daerah

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pengembangan Desa Wisata Libatkan Generasi Muda

Senin, 17 Agustus 2026 | 07:25 WIB
Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pengembangan Desa Wisata Libatkan Generasi Muda

Semarang - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mendukung target Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang akan menambah 1.000 desa wisata hingga 2029. Menurutnya, pengembangan desa wisata harus menjadi strategi untuk memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki setiap daerah.

Heri mengatakan desa wisata tidak hanya berfungsi sebagai tujuan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi yang mampu membuka lapangan usaha bagi masyarakat desa. Karena itu, pengembangannya harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

"Desa wisata harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Potensi alam, budaya, kuliner, maupun produk UMKM yang dimiliki desa harus dikelola sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal," ujarnya.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, saat ini terdapat 889 desa wisata di berbagai kabupaten dan kota. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 1.889 desa wisata pada 2029 melalui penambahan 1.000 desa wisata baru.

Heri menilai target tersebut realistis mengingat Jawa Tengah memiliki kekayaan alam, budaya, sejarah, hingga tradisi yang tersebar di berbagai wilayah dan belum seluruhnya dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pengembangan desa wisata tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan destinasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, serta penyediaan infrastruktur pendukung juga harus menjadi perhatian.

"Keberhasilan desa wisata ditentukan oleh kesiapan masyarakat dalam memberikan pelayanan, menjaga kebersihan, mempertahankan budaya lokal, serta menciptakan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan," katanya.

Selain pengembangan destinasi, Heri mengapresiasi langkah pemerintah yang memperkuat promosi digital melalui pelatihan bagi 1.000 konten kreator hingga 2029. Hingga saat ini sekitar 300 konten kreator telah mengikuti pelatihan untuk membantu mempromosikan potensi desa wisata di Jawa Tengah.

Menurutnya, promosi digital menjadi kebutuhan di era saat ini karena mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan memperkenalkan destinasi wisata kepada wisatawan domestik maupun mancanegara dengan biaya yang lebih efisien.

Ia berharap semakin banyak generasi muda desa yang terlibat sebagai kreator konten sehingga mampu mengangkat potensi daerahnya melalui berbagai platform digital.

"Anak-anak muda memiliki kreativitas yang luar biasa. Jika mereka dilibatkan dalam promosi desa wisata, potensi lokal akan semakin dikenal dan kunjungan wisatawan bisa terus meningkat," ujarnya.

Heri menambahkan, sinergi antara pemerintah, pelaku wisata, masyarakat, komunitas kreatif, dan pelaku UMKM menjadi faktor penting agar pengembangan desa wisata berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang merata.

"Kami berharap target penambahan desa wisata tidak hanya meningkatkan jumlah destinasi, tetapi juga mampu melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa, membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah," pungkas Heri.

Terkini

Mahasiswa 14 Negara Belajar Langsung Ukir Jepara

Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Kirab Budaya Gerakkan Dagangan Pedagang Kecil

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:29 WIB