Ia mengajarkan cara menulis berita dan mengambil foto kegiatan. Menurutnya, semua orang bisa menulis berita.
“Menulis berita mudah. Tapi, harus banyak berlatih. Tidak bisa hanya mempelajari teori,” terang Bejan.
Dia memaparkan, berita harus memuat 5W, 1H, yakni what (apa yang terjadi), who (siapa yang terlibat), when (kapan terjadi), where (di mana terjadi), why (mengapa kegiatan terjadi), dan how (bagaimana proses kejadiannya).
Untuk penulisan berita, imbuh Bejan, menggunakan rumus piramida terbalik. Informasi yang paling penting diletakkan paling atas.
Strukturnya, judul mencerminkan isi berita. Teras berita atau lead, pada alinea pertama, memuat informasi paling penting. Isi berita, menjelaskan kronologi, data, dan keterangan narasumber. Sementara, untuk penutup berisi harapan, tindak lanjut, atau informasi tambahan.
“Setelah bimtek ini, diharapkan semua bisa membuat berita. Kalau satu bulan ada satu kegiatan saja yang dipublikasikan, itu sudah cukup bagus,” tandasnya.***