JEPARA– Suasana kehangatan mewarnai Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Pecangaan, Kabupaten Jepara, Jumat (7/8/2026).
Untuk pertama kalinya sejak gereja tersebut berdiri 42 tahun yang lalu, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara secara resmi menginjakkan kaki dan bersilaturahmi langsung dengan para jemaat.
Kehadiran Wakil Bupati Jepara, Gus Hajar, menjadi catatan sejarah penting yang memecah kerinduan umat Kristiani di wilayah Pecangaan akan perhatian langsung dari jajaran pimpinan daerah.
Sejak pagi hari, suasana di sekitar area gereja tampak berbeda. Para pengurus majelis, pemuda gereja, hingga jemaat lanjut usia tampak bersiap dengan senyum mengembang untuk menyambut kedatangan rombongan pejabat pemerintah daerah.
Baca Juga: Menko Polkam: Jangan Terpengaruh Narasi Kerusuhan yang Beredar di Medsos
Gus Hajar disambut dengan senyum oleh para jamaah gereja. Banyak jemaat yang tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya karena momen yang telah ditunggu selama lebih dari empat dekade ini akhirnya terwujud.
Selama 42 tahun melayani masyarakat dan membina kerukunan di lingkungan Pecangaan, GKMI Pecangaan beroperasi dan bertumbuh secara mandiri bersama masyarakat sekitar. Meskipun hubungan antara warga lintas agama di lingkungan tersebut senantiasa terjalin harmonis, belum pernah ada figur pimpinan daerah yang datang berkunjung secara formal dalam agenda silaturahmi.
Oleh karena itu, kehadiran Gus Hajar tidak sekadar dianggap sebagai kunjungan kerja biasa, melainkan sebuah pengakuan, bentuk pengayoman, serta bukti nyata keberadaan pemerintah di tengah-tengah seluruh lapisan masyarakat.
Dalam sambutannya yang disampaikan dengan penuh keteduhan, Wakil Bupati Gus Hajar menegaskan pentingnya menjaga semangat kebhinekaan di Bumi Kartini. Beliau menyampaikan permintaan maaf apabila ruang silaturahmi langsung ini baru bisa terwujud setelah sekian lama, sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Jepara untuk senantiasa hadir bagi seluruh umat beragama tanpa terkecuali.
Baca Juga: Perundungan Anak Jadi Perhatian, Taj Yasin Dorong Penguatan Pencegahan
"Pemerintah Kabupaten Jepara adalah milik seluruh warga Jepara, tanpa memandang latar belakang suku, ras, maupun agama. Kehadiran kami di GKMI Pecangaan hari ini adalah bentuk komitmen untuk merawat persaudaraan, menegakkan nilai-nilai toleransi, serta memastikan bahwa seluruh umat beragama di Jepara dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang, aman, dan penuh rasa sukacita," ujarnya.
"Toleransi bukanlah sekadar slogan di atas kertas, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan silaturahmi yang saling menyapa seperti ini," terang Gus Hajar di hadapan ratusan jemaat yang hadir.
Gus Hajar juga menambahkan bahwa peran lembaga keagamaan, termasuk GKMI Pecangaan, sangat krusial dalam membantu pemerintah membangun karakter masyarakat yang bernilai moral tinggi, memiliki kepedulian sosial, serta menjaga kondusivitas daerah. Pemerintah daerah mendorong agar komunikasi dan dialog antar umat terus dibuka selebar-lebarnya demi terciptanya harmonisasi sosial yang berkelanjutan di seluruh penjuru Jepara.
Baca Juga: Tren Lari, Komunitas Kalcer, dan Hangout Sehat di Krema De Bruge Jepara
Sementara itu, pihak pengurus majelis GKMI Pecangaan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kesediaan Wabup Gus Hajar untuk hadir dan berdialog langsung. Pimpinan gereja mengungkapkan bahwa kunjungan perdana pejabat jajaran Pemkab Jepara setelah 42 tahun ini menjadi kado indah dan suntikan semangat baru bagi seluruh jemaat.