PANTURA NETWORK -- Ardina May Cahyani resmi berangkat ke Arab Saudi setelah berhasil memperoleh beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan di Princess Nourah bint Abdulrahman University (PNU), Riyadh.
Santri Pondok Pesantren Modern Al-Buruj Jepara itu berangkat pada Selasa, 11 Agustus 2026, dalam gelombang pertama bersama sembilan santri dari 21 lembaga pendidikan di Indonesia.
Keberangkatan Ardina menjadi capaian terbaru Al-Buruj dalam mengantarkan santri melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Dalam sekitar satu tahun terakhir, pesantren tersebut mencatat dua santrinya memperoleh kesempatan beasiswa internasional.
Baca Juga: Serahkan Beasiswa Santri, Taj Yasin Tekankan Penguasaan STEM dan Akhlak
Sebelum mendapatkan beasiswa PNU, Ardina diketahui telah menempuh pendidikan tinggi secara daring hingga semester ketiga. Namun, kesempatan melanjutkan studi di Arab Saudi membuatnya memutuskan meninggalkan perkuliahan tersebut dan mengambil beasiswa penuh di PNU.
PNU merupakan perguruan tinggi khusus perempuan yang berada di Riyadh dan dikenal sebagai salah satu universitas perempuan terbesar di dunia. Kampus tersebut juga memiliki fasilitas pendidikan yang luas untuk menunjang kegiatan akademik mahasiswanya.
Pengasuh Al-Buruj, Dr. Abdul Baits Muchtar, melepas langsung keberangkatan Ardina. Ia meminta santrinya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam ilmu sekaligus tetap mempertahankan karakter yang selama ini dibangun di pesantren.
Baca Juga: 73 Santri dan Pengasuh Pesantren Lolos Beasiswa Pesantren Obah Jawa Tengah 2026
"Manfaatkan kesempatan ini untuk menuntut ilmu sebaik-baiknya, tetapi jangan sampai kemewahan fasilitas membuat kita lupa hidup sederhana dan tirakat. Kelak ketika kembali ke tanah air, tetaplah menjadi pribadi yang sederhana dan siap mengabdi kepada masyarakat," kata Abdul Baits.
Ardina bukan santri pertama Al-Buruj yang melanjutkan pendidikan di luar negeri. Pada Oktober 2025, Arif Saifuddin, santri Al-Buruj, lebih dulu memperoleh beasiswa untuk menempuh pendidikan jenjang S2 di Libya.
Al-Buruj menyebut lebih dari 40 santrinya hingga kini telah melanjutkan pendidikan ke berbagai negara. Para alumni tersebut tersebar di sejumlah negara, termasuk Sudan, Mesir, Turki, Libya, Yordania, dan Arab Saudi.
Penguasaan Bahasa Arab menjadi salah satu perhatian utama pesantren dalam mempersiapkan santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke kawasan Timur Tengah.
Sebagian alumni yang telah menyelesaikan pendidikan di luar negeri kemudian kembali dan mengabdikan diri di pesantren serta berbagai lembaga pendidikan.
Artikel Terkait
Taj Yasin: Santri Harus Jadi Penyeimbang Informasi di Era Media Sosial
Jateng Bergerak Cegah Kekerasan Santri, Satgas Pesantren Segera Dibentuk
Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat, Santri Nailul Muna Jepara Ikuti Penyuluhan dan Cek Kesehatan
Aqila Buktikan Santri Bisa, Kuliah Kedokteran Gigi Undip Berkat Beasiswa Pemprov Jateng
Pesantren Obah Buka Jalan Santri Jateng Kuliah ke Cina dan Mesir