Talenta Muda Jateng Bersinar, Putri Wagub Raih Penghargaan Robotik Internasional

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:40 WIB
Talenta Muda Jateng Bersinar, Putri Wagub Raih Penghargaan Robotik Internasional
Talenta Muda Jateng Bersinar, Putri Wagub Raih Penghargaan Robotik Internasional

SEMARANG - Lagi, putri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Tahani Ahla Al Alami, mengukir prestasi membanggakan. Siswi SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang itu, baru saja meraih penghargaan dalam ajang World Green Mech (WGM) Competition 2026 di Nonthaburi, Thailand.

Bersama dua tim asal sekolahnya, yang berjumlah empat siswa, mereka berhasil membawa pulang penghargaan dalam kompetisi internasional tersebut, Senin malam (10/8/2026).

Tahani Ahla Al Alami, tampil bersama rekannya, Abrisam Haldis Alfaruq. Keduanya yang tergabung dalam kategori Junior Programmer berhasil meraih penghargaan STEM Overseas Award dan Excellence Award.

Sementara dua siswa lainnya, Muhammad Ar Rasykhan Lubis dan Alvaro Musa Nurindra, meraih Achievement Award dan menempati peringkat kelima.

Pada kategori Junior Programmer, kontingen Indonesia menurunkan 11 tim. Dua di antaranya berasal dari SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang.

Pelatih tim, Ahmad Naufal Ilmi Fasya, mengatakan pencapaian tersebut tidak lepas dari persiapan intensif yang dilakukan para siswa.

"Jadi yang mereka lakukan itu memang latihan setiap hari tanpa putus. Kalau dihitung dari persiapan, perlombaan ini kami hanya persiapan kurang lebih 16 sampai 20 kali pertemuan, tapi itu enggak putus," kata Ilmi, Selasa (11/8/2026).

"Kalau di sekolah biasanya kami libur di hari Jumat, kalau anak-anaknya persiapan coding internasional mereka libur cuma di hari Minggu. Jadi latihannya mereka itu dari Senin sampai Sabtu dan setiap harinya dari jam 08.00 sampai jam 04.00 sore mereka baru pulang," ungkapnya.

Ilmi mengaku sebelum berangkat ke Thailand, Taiwan menjadi salah satu negara yang paling diwaspadainya. Selain Taiwan dan Indonesia, negara lain yang berpartisipasi yakni Thailand, Vietnam, Mongolia, dan India di kategori Junior Programmer.

"Dari perspektif saya ketika mau berangkat memang negara yang paling saya lihat dan saya waspadai adalah Taiwan. Saya feeling kalau Taiwan akan susah untuk kemudian dilawan," tuturnya.

Menurut dia, Taiwan memiliki keuntungan karena robot yang digunakan dalam perlombaan tersebut diproduksi oleh perusahaan asal negara tersebut.

"Robot ini dibuat dari Taiwan. Jadi GIGUE itu perusahaan dari Taiwan yang membuat robot ini. Sehingga saya sendiri pasti berpikir bahwa ketika itu memang dekat dengan pabrik produksinya, akses mereka untuk mendapatkan hal-hal update terkait robot baru itu pasti lebih cepat daripada negara-negara yang lain," jelasnya.

Meski demikian, persiapan yang dilakukan secara intensif membuat tim Indonesia mampu bersaing.

Dalam kompetisi tersebut, peserta mengumpulkan nilai dari sejumlah misi yang harus diselesaikan menggunakan robot.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

Gus Rozin dan Kepemimpinan Empatik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:39 WIB
X