Guamanik Pecatu Park, Saat Pesona Pantai Bertemu Tradisi "Ngembun"

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Senin, 10 Agustus 2026 | 08:32 WIB
Icon pantai Guamanik Pecatu, belum lama ini  (Istimewa for Pantura Network)
Icon pantai Guamanik Pecatu, belum lama ini (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Sebuah destinasi wisata tidak selalu tumbuh dalam waktu singkat. Ada proses panjang yang harus dilalui agar sebuah tempat semakin dikenal, semakin nyaman dikunjungi, sekaligus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Begitu pula dengan Pantai Guamanik Pecatu Park, salah satu destinasi wisata yang berada di ujung utara Kabupaten Jepara.

Dalam beberapa waktu terakhir, kawasan wisata ini mulai menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Penataan kawasan terus berjalan, termasuk keberadaan pelaku UMKM yang mulai tertata.

Kehadiran UMKM menjadi bagian penting dalam geliat wisata karena pengunjung tidak hanya disuguhi panorama pantai, tetapi juga dapat menikmati berbagai makanan dan minuman yang ditawarkan masyarakat setempat.

Baca Juga: D’Modifest 2026, Langkah Awal Jateng Menuju Pariwisata Ramah Muslim dan Ekonomi Halal

Perkembangan lainnya adalah hadirnya persewaan ATV. Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai dengan cara berbeda, keberadaan ATV tentu menjadi pilihan aktivitas yang menarik. Pengunjung dapat merasakan sensasi berkeliling kawasan dengan kendaraan segala medan sembari menikmati suasana pesisir.

Perlahan, Guamanik tidak hanya mengandalkan keindahan alamnya. Aktivitas wisata dan geliat ekonomi masyarakat mulai ikut menghidupkan kawasan tersebut.

Namun, ada satu hal yang membuat Guamanik memiliki cerita tersendiri. Namanya.

Baca Juga: FAJAR 2026 Dongkrak Omzet UMKM, Jateng Percepat Penguatan Rantai Industri Halal

Ketika mendengar kata "Guamanik", orang tentu akan dibuat penasaran. Apakah benar terdapat sebuah gua di kawasan pantai tersebut?

Menurut cerita yang berkembang di tengah masyarakat sekitar, memang terdapat kisah tentang keberadaan gua di kawasan Guamanik. Hanya saja, gua tersebut tidak dapat dilihat begitu saja dengan mata kasatmata. Masyarakat setempat memiliki cerita bahwa untuk dapat melihat keberadaan gua tersebut, seseorang harus mampu membuka "mata batin".

Benar atau tidaknya cerita tersebut tentu menjadi bagian dari kepercayaan dan cerita lokal yang berkembang dari generasi ke generasi. Namun, kisah tersebut justru menjadi salah satu warna yang membuat Guamanik memiliki daya tarik tersendiri.

Baca Juga: Limbah Kayu Pantai Disulap Jadi Kerajinan Bernilai Ekspor oleh Wayan, Nasabah PNM ULaMM Denpasar

Sebab, wisata terkadang bukan hanya tentang apa yang terlihat oleh mata. Cerita masyarakat, legenda, tradisi, hingga kepercayaan lokal juga menjadi bagian dari identitas sebuah tempat.

Dan Guamanik memiliki cerita lain yang tidak kalah menarik, terutama ketika bulan Ramadan tiba.

Ada sebuah kebiasaan masyarakat yang dikenal dengan istilah "Ngembun".

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X