PANTURA NETWORK -- Ada cara berbeda yang dipilih Pemerintah Kabupaten Jepara untuk merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bukan upacara, bukan pula sekadar panggung hiburan, tetapi mengajak ratusan motor klasik menyusuri jalan kota hingga kawasan wisata.
Lebih dari 200 motor jadul ambil bagian dalam Riding Merdeka Melaju di Jalan Mulus, Selasa (11/8/2026) sore. Dari Pendopo Kabupaten Jepara, rombongan bergerak menuju Stadion GBK Jepara, Pantai Bandengan, kemudian berakhir di kawasan Pantai Kartini.
Yang membuat konvoi ini berbeda adalah penampilan para pesertanya. Motor-motor tua dengan karakter masing-masing dipadukan dengan pakaian bergaya tempo dulu. Sejumlah peserta tampil lengkap dengan aksesori yang membawa suasana seolah Jepara sedang membuka kembali album masa lalunya.
Baca Juga: 80 Siswa SNT 14 Jepara Mulai MPLS, Fokus Penguatan Karakter
Dari tepi jalan, warga ikut menjadi bagian dari perjalanan. Rombongan yang melintas disambut lambaian tangan dan kamera telepon genggam. Bagi sebagian warga, konvoi tersebut menjadi tontonan spontan yang jarang mereka temui di jalanan sehari-hari.
Rute menuju kawasan pesisir kemudian menghadirkan pemandangan yang lebih khas. Motor-motor klasik bergerak di bawah langit sore Jepara, sementara Pantai Kartini menjadi salah satu latar perjalanan.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyebut kegiatan itu sebagai kesempatan untuk bernostalgia sekaligus bersantai bersama masyarakat.
Baca Juga: Jepara Mulus, Moment Bagus : Menyusuri Pesona Jepara dan Keindahan Pesisir
"Dalam rangka HUT RI ke-81 kita riding bareng artis-artis Lorenza dan masyarakat jadul Jepara. Jadi kita flashback ke masa lalu, bagian dari refreshing saja. Ada dua ratus lebih motor klasik, hingga bajunya juga klasik," papar Witiarso.
Namun, perjalanan tersebut tidak berhenti sebagai agenda komunitas otomotif. Ada pesan pembangunan yang sengaja diselipkan di balik rute yang dipilih.
Jalan yang dilalui rombongan menjadi bagian dari gambaran program OTW Jepara MULUS, program Pemerintah Kabupaten Jepara yang menempatkan perbaikan infrastruktur jalan sebagai salah satu perhatian pembangunan daerah.
Baca Juga: Menjaga Rasa Klasik Bon Ami, PGN Hadirkan Energi Andal dan Berkelanjutan
Witiarso mengatakan sebagian besar rute yang dilewati peserta merupakan ruas jalan yang telah diperbaiki.
"Ada lebih dari 200 motor klasik yang ikut dan melewati jalanan yang telah mulus semua. Yang belum mulus tahun ini akan segera kita muluskan," katanya.
Konvoi itu dengan demikian mempertemukan dua hal yang sebenarnya berbeda: kendaraan yang identik dengan masa lalu dan infrastruktur yang menjadi simbol pembangunan masa kini.
Artikel Terkait
Mudik Manado - Jepara Pakai Motor Klasik, Hampir 4 Hari Perjalanan
Resep Sate Ayam Gurih, Lezat dengan Bumbu Kacang Klasik
Pemudik Puji Jalan Mulus hingga Wisata Baru, Pembangunan Jateng Kian Terasa
Ahmad Luthfi Dorong Pariwisata dan Ekonomi Syariah Jadi Motor Pertumbuhan
Pengunjung Antusias Menjajal Motor Yamaha di Karnaval SCTV Jepara 2026