9. Penguatan Sistem Distribusi di Sekolah, DPP API berharap Distribusi makanan dinilai perlu didukung dengan fasilitas penyimpanan sementara yang ber-ac dan higienis, penggunaan pallet plastik sebagai alas penyimpanan, serta koordinasi yang lebih baik antara sekolah dan petugas distribusi agar kualitas makanan tetap terjaga hingga diterima peserta didik.
10. Kolaborasi dan Penyempurnaan Berkelanjutan, DPP API menilai keberhasilan Program MBG memerlukan sinergi yang kuat antara BGN, pemerintah daerah, sekolah, yayasan, mitra pelaksana, serta masyarakat. Kolaborasi yang berkelanjutan diyakini akan memperkuat profesionalisme, transparansi, dan keberlanjutan program dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
Marinaningsih menegaskan kepercayaan bahwa seluruh rekomendasi tersebut merupakan hasil evaluasi dan pengalaman para pelaksana Program MBG di lapangan.
“Seluruh masukan ini merupakan kontribusi konstruktif dari para yayasan, mitra, relawan, dan pengelola Dapur MBG yang selama ini terlibat langsung dalam pelaksanaan program. Kami berharap rekomendasi ini dapat menjadi bahan penyempurnaan tata kelola Program MBG agar semakin efektif, profesional, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPP API meyakini bahwa komunikasi yang terbuka, evaluasi yang berkelanjutan, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program strategis nasional.
“Dengan kepemimpinan Kepala BGN RI Sudaryono, kami optimistis Program MBG akan semakin dipercaya masyarakat, memiliki tata kelola yang lebih baik, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia serta mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045,” pungkas Marinaningsih.***