PANTURA NETWORK -- Semangat emansipasi perempuan yang diwariskan Raden Ajeng Kartini kembali digaungkan dalam peluncuran Komunitas Merajut Langkah di Kabupaten Jepara, Senin (27/4/2026).
Melalui acara bertajuk 'Grand Launching Merajut Langkah' di Sokorame Cafe, komunitas ini hadir sebagai ruang kolaborasi baru bagi generasi muda dalam merespons berbagai persoalan sosial.
Mengusung tema "Kartini Masa Kini: Memimpin Kolaborasi, Menggerakkan Aksi Pemuda", kegiatan ini menegaskan peran strategis perempuan dan anak muda sebagai motor penggerak perubahan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga: 25 Persen Perkara KPK Terkait Pengadaan Barang dan Jasa
Peluncuran ini sekaligus menjadi refleksi atas relevansi nilai-nilai perjuangan Kartini dalam membuka akses partisipasi publik, khususnya bagi perempuan di era modern.
Acara tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas pemuda, organisasi sosial, hingga individu yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu kemasyarakatan.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, turut hadir dan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan daerah.
Baca Juga: 800 Atlet Ramaikan Sirnas Padel, Jateng Makin Kuat di Sport Tourism
"Generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan sosial yang ada di daerah," papar Witiarso dalam sambutannya.
Selain seremoni peluncuran, kegiatan ini juga menghadirkan diskusi interaktif yang memperkaya perspektif peserta.
Endang Yuliastuti Juwardi, selaku Wakil Bendahara PB PGRI menekankan, kepemimpinan perempuan harus ditempatkan sebagai kekuatan utama dalam gerakan sosial.
Baca Juga: Taj Yasin Tekankan Pentingnya Sanad dan Persatuan bagi Alumni Pesantren
Ia mendorong perempuan untuk berani mengambil peran strategis dan memimpin ruang kolaborasi, sehingga gerakan anak muda dapat berjalan lebih inklusif dan berdampak luas.
Pandangan tersebut diperkuat oleh kehadiran Aileen Angdy Yatma yang turut berbagi pengalaman dan inspirasi kepada peserta.
Rangkaian acara berlangsung dinamis dengan berbagai aktivitas, mulai dari penampilan budaya, sesi talkshow, hingga ruang interaksi seperti photobooth dan papan harapan. Fasilitas ini dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan terkait isu-isu sosial yang mereka hadapi.
Artikel Terkait
Pemulihan Ekosistem Sungai, Komunitas dan Pemkab Jepara Sebar 50 Ribu Benih Ikan Endemik di Mayong
Penguatan Bantuan Hukum di Daerah, BKOW Siapkan Paralegal Komunitas
Bunda Literasi Jateng Hidupkan Semangat Membaca Lewat Kekuatan Komunitas
Gus Yasin Apresiasi Dakwah Muhammadiyah yang Menyentuh Komunitas Marginal
DWP Jepara Gelar Raker dan Sosialisasi E-Reporting, Luncurkan Komunitas Donor Darah DWP Peduli