Desa Kranggan Dinilai Sukses, Taj Yasin Minta OPD Replikasi Inovasinya ke Seluruh Jateng

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Jumat, 26 Juni 2026 | 18:33 WIB
Desa Kranggan Dinilai Sukses, Taj Yasin Minta OPD Replikasi Inovasinya ke Seluruh Jateng
Desa Kranggan Dinilai Sukses, Taj Yasin Minta OPD Replikasi Inovasinya ke Seluruh Jateng

KLATEN – Keberhasilan Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, dalam mengembangkan potensi desa berbasis kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat, mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bahkan meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadikan desa tersebut sebagai contoh pengembangan Program Desa Dampingan di Jawa Tengah.

Permintaan itu disampaikan Gus Yasin saat membuka Festival Pande Besi dan Opor Bebek di Desa Kranggan, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, Desa Kranggan menunjukkan pembangunan desa akan berhasil ketika seluruh potensi lokal mampu diintegrasikan melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, hingga badan usaha milik desa.

"Desa Kranggan luar biasa majunya. Ini yang terus kita potret. Kita tadi ajak sebagian besar kepala dinas kita untuk melihat langsung bagaimana desa ini berkembang," ujar Gus Yasin, yang memimpin Jawa Tengah bersama Gubernur Ahmad Luthfi ini.

Ia menegaskan, pendampingan desa tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan semata. Yang lebih penting adalah membangun kapasitas masyarakat agar mampu mandiri, memiliki jejaring, serta mampu meningkatkan kesejahteraan warganya.

"Yang kita inginkan desa bisa benar-benar berdaya, memiliki koneksi, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya," katanya.

Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian Wakil Gubernur adalah keberadaan Posyandu Jiwa Gemas Ketawa (Gerakan Masyarakat Sadar Kesehatan Jiwa). Program tersebut tidak hanya mendampingi warga dengan gangguan kesehatan jiwa, tetapi juga mendorong mereka agar kembali produktif melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.

Menurut Gus Yasin, model pelayanan tersebut selaras dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang tengah merancang Klinik Disabilitas.

"Di sini ada Posyandu Kejiwaan. Ini sinkron dengan kami yang saat ini baru merumuskan Klinik Disabilitas. Nanti bisa kita tambahkan layanan bagi ODGJ sehingga masuk dalam penanganan yang lebih terpadu," ungkapnya.

Selain mengapresiasi inovasi sosial, Gus Yasin juga meminta Biro Kesejahteraan Rakyat melakukan evaluasi rutin terhadap 61 Desa Dampingan OPD di Jawa Tengah. Desa-desa yang masih mengalami kendala nantinya akan diajak belajar langsung ke desa yang telah berhasil.

"Yang mengalami kesulitan nanti kita ajak keliling ke desa-desa supaya mereka punya gambaran bagaimana mengembangkan potensi yang dimiliki," tegasnya.

Keberhasilan Desa Kranggan tidak lepas dari kolaborasi dengan perguruan tinggi. Melalui pendampingan Universitas Sebelas Maret (UNS), desa tersebut berhasil mengembangkan Besalen Koripan menjadi museum metalurgi pertama di Indonesia yang dikelola pemerintah desa dan telah masuk dalam registrasi nasional.

Wakil Rektor UNS, Prof. Ir. Dodi Aryawan, menjelaskan, program pendampingan yang berlangsung selama Juni hingga November 2025 berhasil memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X