peristiwa

Jumlah Pengungsi Rohingya di Indonesia Semakin Banyak, Ma'ruf Amin: Ini Masalah Kemanusiaan

Sabtu, 9 Desember 2023 | 05:17 WIB
Ma'ruf Amin mengatakan pengungsi Rohingya adalah masalah kemanusiaan (Tangkapan layar Instagram @kyai_marufamin)

PANTURANETWORK.COM - Sejak kedatangannya pada pertengahan November 2023, jumlah pengungsi Rohingya di Indonesia tercatat sebanyak 1.487 orang.

Mereka tiba di aceh, namun langsung mendapatkan penolakan dari warga setempat.

Menurut Wakil Presiden Indonesia, KH. Ma'ruf Amin, kondisi pengungsi Rohingya adalah masalah kemanusiaan yang mana harus segera diatasi.

“Mereka [pengungsi Rohingya], bagaimanapun ini kemanusiaan. Karena kemanusiaan, harus kita tanggulangi,” tegasnya dalam keterangan pers usai menghadiri Peluncuran Indonesia Sharia Economic Outlook (ISEO) 2024 dan Pembukaan Universitas Indonesia Industrial-Government Expo (UI I-Gov Expo) ke-3 2023, di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Selasa (05/12/2023).

Baca Juga: Gelar Rakor Pengamanan Nataru, Kapolri Prediksi Arus Mudik-Balik Naik 

Ma'ruf Amin menjelaskan bahwa pengungsi Rohingya tidak mungkin ditolak.

Namun, pemerintah Indonesia perlu hati-hati dengan mempersiapkan antisipasi agar nantinya tidak menjadi beban bagi Indonesia.

“Selama ini, kan tidak mungkin kita menolak, tetapi juga tentu kita mengantisipasi jangan sampai kemudian ada penolakan oleh masyarakat, dan kemudian bagaimana supaya juga mengantisipasi jangan sampai nanti terus lari, semua larinya ke Indonesia, ke sini. Itu menjadi beban,” jelasnya.

Ma'ruf Amin juga menyinggung, perlu solusi yang tepat bagi negara maupun masyarakat agar tidak terjadi kerusuhan.

Baca Juga: RS Polri Sebut Ada Lebam di Jasad Empat Bocah Tewas di Jaksel

Lokasi penempatan penting untuk dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh.

Pulau Galang di Batam bisa menjadi tempat untuk menampung pengungsi Rohingya, seperti dulu yang pernah menampung pengungsi asal Vietnam.

“Dulu pernah kita menjadikan Pulau Galang untuk pengungsi vietnam. Nanti kita akan bicarakan lagi apa akan seperti itu. Saya kira pemerintah harus mengambil langkah-langkah [solutif],” tutur Wapres.

Tags

Terkini