pendidikan

Gus Yasin Dorong Mahasiswa Tak Berhenti Meneliti, Ikut Atasi Rob

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:27 WIB
Gus Yasin Dorong Mahasiswa Tak Berhenti Meneliti, Ikut Atasi Rob

Hybrid Sea Wall, lanjut Taj Yasin, telah diterapkan di sejumlah wilayah, antara lain Jepara, Demak, dan Pemalang. Namun, penanganan persoalan rob dengan cakupan kawasan pesisir yang luas membutuhkan anggaran jauh lebih besar daripada kemampuan pemerintah provinsi.

“Kami di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak mungkin menangani ini sendiri karena anggarannya tidak lagi berbicara satu, 10, 100 miliar, tetapi ini sudah di angka triliun,” ujarnya.

Karena kebutuhan penanganannya sangat besar, Pemprov Jateng kemudian berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperluas penanganan kawasan pesisir. Upaya tersebut mendapat dukungan melalui program Giant Sea Wall yang dicanangkan Presiden.

Taj Yasin mengatakan, Giant Sea Wall menjadi salah satu perhatian utama pemerintah pusat untuk kawasan Semarang. Penanganannya tidak hanya berkaitan dengan Kota Semarang, tetapi juga kawasan pesisir yang saling terhubung seperti Demak, Jepara, dan Kendal.

“Kalau kita bicara Semarang sebenarnya bukan hanya Semarang, tetapi kita juga bicara tentang Demak, kita bicara tentang Jepara, kita bicara tentang Kendal,” katanya saat ditemui seusai acara.

Menurut Taj Yasin, tim pemerintah pusat dan daerah telah melakukan survei dan pemetaan untuk menentukan titik-titik yang akan ditangani. Kajian tersebut juga melibatkan perguruan tinggi.

“Giant Sea Wall yang diprogramkan oleh Bapak Presiden, salah satu yang menjadi prioritas adalah Semarang,” katanya.

Pelaksanaan Giant Sea Wall yang sebelumnya diharapkan dapat dimulai pada 2026 mengalami penyesuaian dan kini diproyeksikan mulai pada 2027.

Taj Yasin mengatakan, penanganan rob tidak hanya mengandalkan proyek berskala besar. Pemerintah provinsi tetap menjalankan langkah yang dapat dilakukan sesuai kemampuan daerah, sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat dan perguruan tinggi.

Selain persoalan rob, Pemprov Jateng juga menyiapkan dukungan pemenuhan air bersih bagi masyarakat pesisir melalui program desalinasi. Air laut diolah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air bersih.

“Kita tangani, kita sediakan air bersihnya. Ada yang namanya desalinasi,” katanya.

Program tersebut telah disiapkan di sejumlah wilayah pesisir Jawa Tengah, antara lain Brebes, Demak, Jepara, dan Rembang.

Taj Yasin juga mengajak mahasiswa dan perguruan tinggi untuk tidak berhenti pada penelitian dan kritik terhadap persoalan rob. Ia berharap kajian kampus dapat dilanjutkan menjadi rekomendasi dan solusi yang bisa diterapkan pemerintah.

Ia bahkan membuka ruang kolaborasi agar mahasiswa dan perguruan tinggi ikut memetakan persoalan, menentukan metode penanganan, hingga memberikan masukan terhadap pembangunan infrastruktur pesisir.

“Kalau panjenengan hanya meneliti banjirnya saja, enggak punya solusi. Yuk, ke kantor daerah saya. Kita ciptakan, kita petakan mana saja, metodenya bagaimana, pembangunannya bagaimana,” katanya.

Halaman:

Terkini