Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, Beasiswa Sister Province bukan semata-mata program pengiriman pelajar ke luar negeri. Program tersebut ditempatkan sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan.
“Ini salah satu dari program kita untuk masalah penuntasan kemiskinan,” kata Sumarno.
Dari ruang kelas sekolah swasta, asrama atlet di Jatidiri, pesantren, hingga kampus-kampus di dalam dan luar negeri, layanan pendidikan Jawa Tengah menjangkau kebutuhan dan potensi yang berbeda.
Kesempatan belajar tidak semestinya ditentukan oleh kemampuan ekonomi, keterbatasan daya tampung sekolah negeri, maupun kedekatan dengan pihak tertentu.
Memasuki usia ke-81, Jawa Tengah meneguhkan pendidikan sebagai investasi masa depan yang harus dapat diakses secara adil. Sebab, setiap anak yang tetap bersekolah, setiap atlet yang terus berprestasi, dan setiap pelajar yang berani menembus batas negara membawa harapan yang sama: memperbaiki kehidupan keluarga dan ikut membangun masa depan Jawa Tengah.***