pendidikan

Permata Bangsa School Semarang Lepas Wisudawan, Siap Berkarya dan Bersaing Secara Global

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:27 WIB
Permata Bangsa School Semarang Lepas Wisudawan, Siap Berkarya dan Bersaing Secara Global

SEMARANG – Permata Bangsa School Global Education Semarang menggelar wisuda bagi peserta didik dari jenjang Early Years hingga High School. Acara yang berlangsung penuh haru dan kebanggaan tersebut menjadi momentum istimewa bagi para siswa, orang tua, dan seluruh civitas akademika sekolah dalam merayakan capaian pendidikan para lulusan.

School Manager Permata Bangsa, Prof. Dr. Drs. Jumanto, M.Pd. atau yang lebih dikenal Prof. Joe Manto mengatakan, wisuda merupakan agenda akademik tahunan yang menjadi bentuk apresiasi atas perjalanan belajar dan perkembangan siswa selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

"Tahun ini terdapat sekitar 27 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan. Khusus untuk lulusan High School atau SMA ada empat siswa, dan seluruhnya telah diterima di perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri," ujar Prof. Joe Manto, Kamis 11 Juni 2026.

Menurutnya, keberhasilan seluruh lulusan SMA melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi menjadi bukti bahwa sistem pendidikan yang diterapkan Permata Bangsa School mampu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global sekaligus membuka peluang melanjutkan studi ke berbagai negara.

Prof. Joe Manto menjelaskan, Permata Bangsa School memiliki keunikan yang membedakannya dari sekolah lain, yakni fokus pada pengembangan global literacy atau literasi dunia yang dipadukan dengan penguatan karakter.

"Core values kami adalah character, esteem, dan excellence. Nilai-nilai tersebut diterjemahkan dalam slogan sekolah, yaitu Global Literacy for the Children of Tomorrow atau literasi dunia untuk masa depan anak-anak kita," katanya.

Menurutnya, visi sekolah adalah membekali siswa dengan kemampuan literasi global guna meningkatkan karakter, kompetensi, serta rasa percaya diri agar mampu menjadi warga dunia yang baik sekaligus kompetitif.

Konsep global literacy yang diterapkan mencakup empat aspek utama. Pertama, literasi dasar yang meliputi kemampuan membaca, menulis, mendengar, dan berbicara. Kedua, literasi informasi yang memungkinkan siswa mencari, mengelola, dan memanfaatkan informasi secara efektif.

"Aspek ketiga adalah literasi digital agar siswa mampu memanfaatkan berbagai platform teknologi dan tidak tertinggal perkembangan zaman. Sedangkan yang keempat adalah literasi kritis, yaitu kemampuan menganalisis, mengevaluasi, hingga menciptakan sesuatu yang baru," terang Prof. Joe Manto.

Ia menambahkan, kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda untuk menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat dan kompleks.

Selain itu, sekolah juga menanamkan nilai resilience atau daya lenting kepada para siswa agar memiliki ketangguhan mental dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

"Kami ingin siswa memiliki mental yang kuat, tidak mudah patah semangat, tidak mudah kehilangan motivasi, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan baik," ujarnya.

Suasana wisuda semakin meriah dengan berbagai penampilan seni yang dibawakan siswa dari jenjang Early Years, Primary School, Secondary School hingga High School. Para lulusan juga menyampaikan pidato perpisahan dalam bahasa Inggris yang mendapat apresiasi dari para orang tua yang hadir.

Prof. Joe Manto mengaku terharu melihat antusiasme dan dukungan keluarga yang terus mendampingi para siswa selama menempuh pendidikan.

Halaman:

Terkini