Dari jumlah siswa di bawah 50 orang saat pertama berdiri, kini sekolah tersebut telah memiliki 332 siswa. Pertumbuhan itu menjadikan Sekolah Ciputra Kasih Semarang sebagai salah satu unit pendidikan dengan perkembangan tercepat di antara 12 sekolah dalam jaringan mereka.
Selain ruang kelas, gedung baru juga dilengkapi ruang audio visual, ruang OSIS, serta berbagai fasilitas pendukung lain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan kepada siswa maupun orang tua.
“Yang kami yakini itu kualitas pembelajaran dan servis pelayanan. Tidak hanya kepada siswa, tetapi juga orang tua,” katanya.
Sekolah juga mulai memperkuat layanan digital bagi orang tua murid. Melalui ponsel, orang tua dapat memantau nilai hingga absensi siswa tanpa harus datang langsung ke sekolah.
Setelah pembangunan tahap kedua rampung, pihak sekolah juga membuka peluang pengembangan tahap ketiga sesuai kebutuhan di masa mendatang.***