pendidikan

Juara iForte NDC Regional Semarang, SMA Cita Hati Surabaya dan ISI Yogyakarta Amankan Tiket ke Jakarta

Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:54 WIB
Juara iForte NDC Regional Semarang, SMA Cita Hati Surabaya dan ISI Yogyakarta Amankan Tiket ke Jakarta

SEMARANG – Suasana meriah dan penuh semangat mewarnai gelaran iForte National Dance Competition (NDC) “Inspirasi Diri” 2025–2026 regional Semarang. Pada babak kurasi offline yang digelar di The Park Semarang, 14 Februari 2026, SMA Cita Hati East Campus Surabaya dan Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI Yogyakarta) sukses meraih juara pertama di kategori masing-masing.

Di kategori SMA/SMK, grup SPOTS dari SMA Cita Hati East Campus Surabaya tampil penuh energi dan percaya diri. Koreografi yang mereka sajikan dinilai kuat dari sisi konsep, kekompakan, hingga eksplorasi gerak. Mereka berhasil mengungguli Onerous Dance Crew dari SMA Negeri 1 Surakarta sebagai juara kedua dan Ballaretatra dari SMA Negeri 1 Padamara Surakarta di posisi ketiga.

Kapten tim SPOTS, Sydney, mengaku tak menyangka timnya mampu meraih posisi tertinggi di tengah persaingan yang ketat.

“Hari ini kami dapat juara satu. Puji Tuhan, kami sangat bersyukur dan senang sekali. Semua peserta bagus-bagus, jadi kami benar-benar tidak menyangka bisa menang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, persiapan dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Pada awalnya latihan digelar seminggu sekali, lalu semakin intens menjelang hari perlombaan.

“Kami harus pintar membagi waktu antara sekolah dan latihan. Mendekati hari H, kami latihan hampir setiap hari supaya tampil maksimal,” katanya.

Untuk lagu wajib “Inspirasi Diri”, SPOTS mengangkat kisah seorang nelayan yang bercita-cita mengenyam pendidikan setelah melihat anak-anak sekolah. Dalam alur cerita yang dibawakan, sang nelayan akhirnya diajak bersekolah hingga lulus bersama.

“Pesannya sederhana, bahwa setiap orang punya hak untuk bermimpi dan meraih pendidikan,” jelas Sydney.

Pada tarian kedua, mereka memilih tema jamu sebagai simbol budaya Indonesia yang mulai jarang diminati generasi muda.

“Sekarang anak muda lebih sering memilih minuman modern. Kami ingin mengingatkan bahwa jamu itu bagian dari budaya kita yang tidak boleh dilupakan,” tambahnya.

Sementara itu, di kategori perguruan tinggi, grup Anvesha dari ISI Yogyakarta tampil dominan dengan konsep matang dan teknik kuat. Mereka meraih juara pertama, disusul D’MAYDS dari Universitas Negeri Semarang di posisi kedua dan SDSU dari Universitas Sebelas Maret Surakarta di peringkat ketiga.

Perwakilan Anvesha, Virgianto, menjelaskan bahwa konsep yang diangkat timnya bertema “entitas” dan refleksi tentang dosa serta kerusakan alam akibat ulah manusia.

“Kami mengangkat kehidupan sebelum adanya dunia seperti sekarang, saat alam masih murni dan belum tercemar. Ada juga penyindiran terhadap bencana banjir di Sumatera. Intinya tentang pemurnian yang dulu bersih, kini menjadi kotor karena perbuatan manusia,” ungkapnya.

Persiapan mereka berlangsung sekitar tiga bulan, mulai dari penggarapan konsep, musik, hingga koreografi yang seluruhnya dirancang dari nol. Tantangan terbesar adalah menyatukan karakter tubuh, power, volume gerak, serta latar belakang anggota yang berasal dari berbagai daerah.

Halaman:

Terkini