pendidikan

Universitas BPD Semarang Dorong Pemberdayaan Perempuan Lewat Bank Sampah di Lamper Lor

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 17:25 WIB
Sejumlah tim acara dari Universitas BPD Semarang tengah melaksanakan pengabdian masyarakat, Minggu (28/9/2025). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Universitas BPD Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat dengan menghadirkan solusi konkret atas masalah sampah rumah tangga.

Lewat program 'Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP)' yang akomodir Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, kampus ini mendorong pemberdayaan perempuan melalui pembentukan 'Bank Sampah di Kelurahan Lamper Lor, Kecamatan Semarang Selatan'.

Program yang mengangkat tema 'Pengelolaan Sampah Menjadi Barang Produktif Berbasis Peran Perempuan untuk Menjamin Pola Produksi dan Konsumsi Berkelanjutan'.

Baca Juga: Heri Pudyatmoko Dorong Trans Jateng Terus Kembangkan Layanan Digital Terintegrasi

Pemimpin Kegiatan ini, Yanti Pujiastuti memaparkan, pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah. Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak awal agar tidak seluruhnya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kata dia, Melalui sistem 'Bank Sampah', masyarakat diajarkan untuk memilah, menimbang, mencatat dalam buku tabungan sampah, hingga menjual kembali kepada mitra daur ulang.

"Dengan keterlibatan perempuan, pola produksi dan konsumsi berkelanjutan akan lebih mudah tercapai,"papar Yanti, Minggu (28/9/2025).

Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga, Heri Pudyatmoko Minta ‘BUMD Peduli’ Pemprov Jateng Terus Digencarkan

Sebagai dukungan, warga Lamper Lor juga dibekali buku saku 'Bu Pimpah' (Buku Pintar Mengelola Sampah), poster edukasi, serta peralatan praktis seperti compost bag dan tempat sampah terpilah.

Pada kesempatan itu, Universitas BPD Semarang turut menggandeng kelompok ibu-ibu pokdarwis sebagai mitra utama. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, keberadaan Bank Sampah memberi peluang ekonomi baru. Sampah yang dipilah dapat dijual kembali sehingga menambah penghasilan rumah tangga.

Yanti menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan konsep ekonomi hijau dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin Responsible Consumption and Production.

Baca Juga: Jangan Tertipu dengan yang Abal-abal, ini Deretan Camp Wajib 'English Area' di Kampung Inggris

Program hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkelanjutan dengan adanya pendampingan rutin.

"Ke depan, kami akan terus melakukan monitoring demi memastikan keberhasilan materi yang sudah diberikan. Harapannya, Bank Sampah Lamper Lor bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat," pungkasnya.

Sebagai informasi, Yanti juga didampingi tim dosen, seperti Khairina Nur Izzaty dan Rinwantin termasuk dua mahasiswa pendukung, Devita Pebi Puyasari serta Zulfatus Syarifah.

Tags

Terkini