World Cleanup Day 2026, Ahmad Luthfi Dorong Jateng Merdeka dari Sampah

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:49 WIB
World Cleanup Day 2026, Ahmad Luthfi Dorong Jateng Merdeka dari Sampah
World Cleanup Day 2026, Ahmad Luthfi Dorong Jateng Merdeka dari Sampah

Koordinator Program WCD Jawa Tengah, Purnawirawan, mengatakan, salah satu program yang telah dijalankan adalah Zero Waste School atau Sekolah Bebas Sampah di Kabupaten Kudus.

Program tersebut tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga para guru. Menurutnya, guru memiliki peran penting sebagai teladan dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah sejak dini.

“Sekolah sebagai tempat pembelajaran perlu menanamkan kesadaran kepada peserta didik. Harapannya, kebiasaan tersebut kemudian diterapkan di rumah,” katanya.

Pendampingan serupa juga dilakukan di sejumlah desa. WCD menilai, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah bukan hanya persoalan sarana dan sistem, tetapi juga pola pikir masyarakat.

Masih ada sebagian masyarakat yang menganggap persoalan sampah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah setelah membayar retribusi.

Karena itu, edukasi berkelanjutan perlu berjalan beriringan dengan penerapan regulasi dan sanksi. Masyarakat diharapkan memahami bahwa tanggung jawab pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya, bukan ketika sampah sudah berada di tempat pembuangan.

WCD Jawa Tengah juga telah mendampingi penerapan konsep zero waste di salah satu perguruan tinggi.

Hasilnya, pada 2024 residu yang dibuang kampus tersebut berhasil ditekan hingga sekitar 10 persen dari total sampah. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dipilah dan dijual, sementara hasilnya dimanfaatkan untuk membantu pemberian beasiswa kepada mahasiswa.

Pada 2025, kampus tersebut disebut telah mencapai kondisi zero waste. Keberhasilan itu selanjutnya akan dikembangkan menjadi model pembelajaran bagi perguruan tinggi lain.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menciptakan nilai ekonomi dan manfaat sosial bagi masyarakat.

Melalui dukungan pemerintah dan perluasan gerakan WCD, pengelolaan sampah di Jawa Tengah diharapkan bergerak dari sekadar aksi bersih-bersih menuju perubahan perilaku yang berlangsung terus-menerus, dimulai dari rumah, sekolah, kampus, desa, hingga lingkungan masyarakat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X