World Cleanup Day 2026, Ahmad Luthfi Dorong Jateng Merdeka dari Sampah

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:49 WIB
World Cleanup Day 2026, Ahmad Luthfi Dorong Jateng Merdeka dari Sampah
World Cleanup Day 2026, Ahmad Luthfi Dorong Jateng Merdeka dari Sampah

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta World Cleanup Day (WCD) 2026 tidak berhenti sebagai gerakan bersih-bersih sesaat. Ia meminta momentum tersebut menjadi gerakan berkelanjutan untuk mengubah kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menangani sampah dari sumbernya.

Ahmad Luthfi menilai, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan sampah. Karena itu, momentum WCD dinilai penting untuk memperkuat keterlibatan masyarakat sekaligus membangun tanggung jawab bersama terhadap sampah yang dihasilkan.

“Yang paling pokok adalah kesadaran. Makanya, kegiatan ini menjadi momentum yang sangat baik. Saya setuju, nanti kita dukung,” kata Luthfi saat menerima audiensi pengurus WCD Jawa Tengah di kantornya, Selasa (11/8/2026).

Menurut Luthfi, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Penanganannya membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dunia usaha, hingga lembaga pendidikan.

Pemerintah kabupaten/kota, kata dia, juga perlu mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.

Sejumlah daerah di Jawa Tengah telah mulai mengembangkan pengolahan sampah menjadi refuse-derived fuel (RDF), di antaranya Cilacap dan Banyumas. Sementara daerah lain seperti Kota Semarang, Pekalongan, dan Tegal terus didorong untuk memperkuat pengelolaan sampah secara terpadu.

Luthfi berharap WCD mampu memperluas gerakan tersebut hingga ke lebih banyak daerah. Bupati dan wali kota serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan terlibat sehingga penanganan sampah tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

“Harapannya nanti bisa menjangkau lebih banyak daerah dan melibatkan bupati, wali kota, serta seluruh stakeholder,” ujar Luthfi yang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin.

Leader WCD Jawa Tengah, Septiany Punti Dewi, mengatakan, rangkaian World Cleanup Day tahun kedelapan di Jawa Tengah akan berlangsung pada 17 Agustus hingga 28 Oktober 2026.

Mengusung tema “Bebersih Pemuda-Pemudi untuk Memerdekakan Sampah”, kegiatan tersebut akan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“World Cleanup Day dilaksanakan di lebih dari 200 negara dan Indonesia menjadi salah satunya. Kebetulan tahun ini merupakan tahun kedelapan. Alhamdulillah, Jawa Tengah selalu mendapatkan peringkat pertama untuk jumlah relawan terbanyak,” kata Septiany.

Menurut dia, capaian Jawa Tengah sebagai daerah dengan jumlah relawan terbanyak tidak lepas dari dukungan pemerintah, dinas lingkungan hidup, komunitas, relawan, serta masyarakat.

Melalui audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, WCD berharap dukungan terhadap gerakan tersebut semakin luas, terutama dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi pemantik. Mungkin orang melihat World Cleanup Day hanya sebagai kegiatan satu hari, tapi yang sudah kami lakukan lebih dari itu. Kami juga melakukan pendampingan dan edukasi ke kampus, sekolah, serta desa-desa,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X