"Jepara ini kabupaten kaya, tapi banyak warganya berobat ke Kudus. Mungkin pelayanan di Jepara dianggap belum qualified. Karena itu kami mendirikan rumah sakit kelas premium untuk menyeimbangkan potensi daerah dengan kualitas layanan," jelas Tafsir.
Rumah sakit ini akan berstatus RS tipe C berorientasi premium, dengan penekanan pada layanan jantung - salah satu kebutuhan kesehatan terbesar masyarakat kelas menengah ke atas di Jepara.
Kontraktor dipercaya mampu menyelesaikan pembangunan dalam waktu satu tahun. Anggaran Rp 90 miliar tersebut belum termasuk pembelian lahan bernilai Rp 22 miliar.
Baca Juga: Alvolusi5G di Jawa Tengah: Era Baru Konektivitas Cepat dan Proteksi Digital
Tafsir juga menjelaskan bahwa fase awal operasional rumah sakit umumnya tidak langsung memberi keuntungan.
"Tiga tahun pertama pasti defisit. Tahun keempat mulai seimbang, dan tahun kelima biasanya bisa surplus. Ini perjalanan normal rumah sakit," pungkasnya.
Artikel Terkait
Viral, Anak Didik SMP Muhammadiyah Hobi Bullying, Netizen : Sekolah kok Menormalisasi?
Bupati Kudus Apresiasi 'Aisyiyah Muhammadiyah' Karena Berkontribusi Meningkatkan Kesehatan Masyarakat
OTW Jepara Mulus, NU dan Muhammadiyah Kompak Bersinergi
Mendikdasmen Berikan Apresiasi untuk Pemkab dan Muhammadiyah Jepara
Ahmad Luthfi Ajak Pemuda Muhammadiyah Jadi Mitra Pengentasan Kemiskinan di Jawa Tengah