Jepara Bangun Rumah Sakit Premium Baru, RS Aisyiyah Siti Walidah Ditargetkan Beroperasi 2027

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Kamis, 11 Desember 2025 | 15:51 WIB
Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat ground breaking ceremony RS Aisyiyah Siti Walidah Jepara, Kamis (11/12/2025). (Istimewa for Pantura Network)
Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat ground breaking ceremony RS Aisyiyah Siti Walidah Jepara, Kamis (11/12/2025). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Jepara bersiap naik kelas dalam sektor layanan kesehatan. Kabupaten yang dikenal sebagai Kota Ukir ini segera memiliki rumah sakit premium baru yang digadang-gadang menjadi pusat layanan medis modern. Kamis (11/12/2025), peletakan batu pertama RS Aisyiyah Siti Walidah Jepara resmi dilakukan, menandai dimulainya pembangunan gedung tujuh lantai yang berada di bawah naungan Muhammadiyah - Aisyiyah.

Rumah sakit ini ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun dan mulai beroperasi pada Januari 2027. Dengan investasi Rp 90 miliar untuk bangunan dan alat kesehatan, serta lahan seluas lebih dari 5.000 meter persegi, RS ini diproyeksikan hadir sebagai pusat pelayanan kesehatan premium dengan kapasitas 100–150 tempat tidur.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo menegaskan, hadirnya RS Aisyiyah Siti Walidah merupakan momentum penting bagi transformasi layanan kesehatan daerah.

Baca Juga: UGM Teliti Pantai Bandengan dengan Drone dan LiDAR, Jepara Siapkan Lompatan Besar Wisata Pesisir Berbasis Data Presisi

"Semoga berjalan lancar dan bisa meningkatkan kesehatan di Kabupaten Jepara. Kami ingin masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar kota," papar Witiarso Utomo.

Dengan semakin banyaknya fasilitas kesehatan berkualitas di Jepara, pemerintah berharap arus pasien yang selama ini bergantung pada kota tetangga seperti Kudus dapat berkurang.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, yang hadir dalam ground breaking, memberikan apresiasi atas perkembangan pesat layanan kesehatan Muhammadiyah di Jepara.

Baca Juga: Jepara Raih Genting Award 2025, Bukti Kuatnya Gotong Royong Tekan Angka Stunting

Menurutnya, RS Aisyiyah telah memperlihatkan lompatan signifikan sejak fase awal pendiriannya di Mayong sekitar 2014–2015. Namun ada satu catatan penting, layanan operasi jantung yang hingga kini masih banyak dirujuk ke Kudus.

"Jepara punya SDM dan alat memadai, hanya terkendala realisasi dari BPJS. Saya sudah minta agar pekan depan Kepala RSUD Kartini bisa bertemu Menteri Kesehatan dan Kepala BPJS," tegas Abdul Wachid.

Baca Juga: Luthfi: Pembangunan Tak Cukup APBD, Perlu Kolaborasi dan Inovasi Besar

Wachid optimistis rumah sakit baru ini akan menjadi fasilitas kesehatan berkelas tinggi yang benar-benar melayani kebutuhan masyarakat Jepara.

Ketua PWM Jawa Tengah, Tafsir menyampaikan, rumah sakit ini adalah kontribusi nyata Muhammadiyah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik di Jepara.

RS Aisyiyah Siti Walidah tercatat sebagai rumah sakit Muhammadiyah ke-56 di Jawa Tengah, sekaligus ke-124 di Indonesia.

Baca Juga: Program Perumahan Jateng Dipacu, Backlog Ditarget Tuntas Lima Tahun

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X