nasional

Suderajat, Pedagang Es Gabus yang Dipaksa Aparat Makan Dagangannya: "Kalau Saya Berhenti Jualan, Anak Istri Makan Apa?"

Selasa, 27 Januari 2026 | 20:48 WIB
Suderajat, pedagang es gabus yang belakangan ini viral. (Istimewa form sosial media)

PANTURA NETWORK -- Suderajat (49) tak pernah menyangka es gabus jadul yang dijajakannya demi menghidupi keluarga justru menyeretnya ke pusaran masalah besar. Pedagang kecil asal Bojong Gede, Jawa Barat, itu mendadak viral setelah terekam video saat dirinya dipaksa memakan dagangan sendiri oleh aparat di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam video yang menyebar luas di media sosial, Suderajat tampak tertekan ketika diinterogasi. Tuduhan berat dilayangkan kepadanya: menjual es gabus berbahan Polyurethane Foam (PU Foam), material yang biasa digunakan sebagai busa kasur atau spons.

Tuduhan itu disampaikan tanpa hasil uji laboratorium resmi.

Baca Juga: Operasi Modifikasi Cuaca Digelar di Perairan Utara Jateng, Satu Ton NaCl Disemai

Suderajat adalah pedagang keliling. Setiap hari, ia menjual es gabus, agar-agar, dan kue sederhana demi memenuhi kebutuhan keluarga. Dalam video viral tersebut, satu kalimatnya menyentuh banyak orang.

"Kalau berhenti jualan, anak bininya makan apa?" ucap Suderajat lirih saat dicecar.

Alih-alih mendapat perlindungan, Suderajat justru dipaksa memakan es gabus yang sebelumnya diremas oleh oknum Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Heri, di hadapan kamera. Di lokasi yang sama, turut hadir Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca Jateng Berlangsung Bertahap dan Terukur Hingga Akhir Januari

Aksi itu memicu kemarahan publik. Warganet menilai Suderajat diperlakukan tidak manusiawi dan menjadi korban intimidasi aparat.

Kasus ini bermula dari laporan seorang warga melalui Call Center 110 pada Sabtu (24/1/2026). Laporan itu mencurigai es gabus yang dijual Suderajat mengandung bahan berbahaya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi mendatangi lokasi dan mengamankan seluruh barang dagangan Suderajat untuk diperiksa lebih lanjut.

Baca Juga: Mitigasi Banjir, Nawal Yasin Ajak Kader PKK Jateng Tanam Pohon di Halaman Rumah

"Keselamatan masyarakat adalah prioritas," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra.

Namun, di lapangan, proses klarifikasi justru berlangsung di hadapan kamera dan berujung pada tudingan terbuka terhadap Suderajat.

Harapan Suderajat akhirnya datang. Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya memastikan seluruh es gabus yang dijualnya tidak mengandung bahan berbahaya maupun PU Foam.

Halaman:

Tags

Terkini