Irwandi kembali menegaskan posisi strategis GP Ansor Pangkalpinang sebagai organisasi kepemudaan di ibu kota provinsi. Menurutnya, Ansor Pangkalpinang harus memiliki basis kader yang kuat dan mampu menjadi penopang gerakan PW GP Ansor Bangka Belitung sekaligus menjaga keberlangsungan perjuangan Nahdlatul Ulama.
“Kalau NU bicara, Ansor harus menyambut,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PP GP Ansor, Nugroho Yoga, mengingatkan agar Konfercab tidak dimaknai sebatas pergantian kepemimpinan. Menurutnya, forum tersebut harus melahirkan gagasan dan gerakan baru yang berkelanjutan.
“Konfercab bukan sebatas pergantian pemimpin. Harus ada gerakan baru yang berkelanjutan. Organisasi harus terus berkembang sesuai kekuatan yang dimiliki,” kata Nugroho.
Ia mendorong kepengurusan baru melakukan evaluasi terhadap program sebelumnya dan menyusun visi, misi, serta program kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat.
Selain itu, GP Ansor Pangkalpinang diminta memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diperlukan agar program organisasi memiliki dampak lebih luas dan tidak berjalan sendiri.
Ketua PCNU Kota Pangkalpinang, H Firmantasi, mengatakan GP Ansor dan NU merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Keduanya memiliki akar perjuangan yang sama sehingga gerakan kader Ansor harus tetap sejalan dengan semangat perjuangan NU.
“Kalau lahir dari rahim yang sama, gerakan dan spirit perjuangannya juga harus sama,” ujar Firmantasi.
Ia menekankan pentingnya menghadirkan gerakan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, pengabdian tidak cukup hanya diwujudkan dalam gagasan, tetapi harus diterjemahkan menjadi kerja nyata.
Firmantasi menilai GP Ansor memiliki modal kader yang kuat. Selain memiliki basis keagamaan, banyak kader Ansor berasal dari kalangan akademisi sehingga memiliki potensi untuk mengembangkan gerakan yang adaptif dan intelektual.
“Ansor harus hadir menjadi pengayom masyarakat,” katanya.
PCNU Kota Pangkalpinang, lanjut Firmantasi, siap berkolaborasi dan mendukung program GP Ansor. Sinergi antara NU dan badan otonom dinilai penting untuk memastikan gerakan kader muda tetap relevan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat.
Konfercab IV GP Ansor Kota Pangkalpinang pun menjadi momentum untuk memperkuat organisasi dari tingkat cabang hingga ranting. Selain konsolidasi, kepengurusan baru dituntut melakukan penyegaran program dan memperluas kolaborasi agar keberadaan Ansor semakin dirasakan masyarakat.
Tema “Ansor Pangkalpinang Berdaya: Solid dalam Organisasi, Mandiri dalam Gerakan dan Nyata dalam Pengabdian” menjadi pijakan bagi kepengurusan periode 2026-2030 untuk membangun organisasi yang solid, mandiri, dan konsisten menghadirkan pengabdian nyata.
Nikko terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PC GP Ansor Pangkalpinang periode 2026-2030 setelah memperoleh dukungan dari empat PAC yang hadir dalam Konfercab, yakni PAC Gerunggang, PAC Tamansari, PAC Rangkui, dan PAC Bukit Intan.
Artikel Terkait
Alasan Kenapa Selalu Lupa Waktu Tiap Kali Nongkrong di Krema de Bruge Jepara
Sensus Ekonomi Jateng Tembus 81 Persen, Taj Yasin Kejar Tuntas Tiga Minggu
Tren Lari, Komunitas Kalcer, dan Hangout Sehat di Krema De Bruge Jepara
Ahmad Luthfi Buka Peluang Industri Jateng Masuk IKN
Perundungan Anak Jadi Perhatian, Taj Yasin Dorong Penguatan Pencegahan