PANGKALPINANG – Konsolidasi organisasi dan penguatan kader menjadi fokus utama kepengurusan baru Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Pangkalpinang. Komitmen tersebut mengemuka dalam Konferensi Cabang (Konfercab) IV GP Ansor Kota Pangkalpinang yang mengusung tema “Ansor Pangkalpinang Berdaya: Solid dalam Organisasi, Mandiri dalam Gerakan dan Nyata dalam Pengabdian”.
Konfercab berlangsung di Aula MAN 1 Kota Pangkalpinang, Kamis-Jumat, 7-8 Agustus 2026. Forum tersebut menjadi ruang evaluasi kepengurusan sekaligus merumuskan arah gerakan organisasi untuk periode mendatang.
Dalam forum tersebut, Nikko terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PC GP Ansor Kota Pangkalpinang periode 2026-2030. Ia mengatakan konsolidasi akan menjadi langkah pertama yang dilakukan bersama jajaran pengurus baru.
“Hal pertama yang akan saya lakukan adalah konsolidasi. Ini penting agar Ansor Pangkalpinang solid dalam berorganisasi,” ujar Nikko.
Menurutnya, soliditas kader merupakan modal penting untuk menjalankan program sekaligus memperkuat posisi GP Ansor di tengah masyarakat. Terlebih, Pangkalpinang merupakan ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sehingga memiliki posisi strategis dalam menopang gerakan GP Ansor di tingkat wilayah.
Nikko menyebut penguatan organisasi tidak cukup hanya dilakukan di tingkat cabang. Struktur di bawahnya, mulai dari PAC hingga ranting, juga harus mendapat perhatian agar seluruh kader memiliki ruang untuk bergerak dan berkontribusi.
Ia pun mengajak seluruh kader yang nantinya terlibat dalam kepengurusan untuk memberikan waktu, tenaga, dan pemikiran bagi kemajuan organisasi.
“Amanah ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa bantuan sahabat-sahabat semua. Karena itu, konsolidasi adalah harga mati yang harus diperjuangkan,” katanya.
Ketua PW GP Ansor Bangka Belitung, Irwandi Pasha, menilai konsolidasi hingga tingkat bawah menjadi salah satu ukuran keberhasilan organisasi. Menurutnya, kekuatan cabang sangat bergantung pada keaktifan PAC, sementara PAC juga ditopang oleh aktivitas ranting.
“Kesuksesan cabang adalah keaktifan PAC. Kesuksesan PAC adalah keaktifan ranting. Karena itu, konsolidasi harus sampai ke tingkat bawah,” ujar Irwandi.
Ia juga meminta kepengurusan baru tidak meninggalkan kader yang sebelumnya aktif namun mulai berjarak dengan organisasi. Momentum pergantian kepengurusan, kata dia, harus dimanfaatkan untuk merangkul kembali para kader agar bersama-sama melanjutkan pengabdian.
Irwandi menekankan pentingnya komitmen bagi kader yang masuk dalam kepengurusan. Menurutnya, keputusan organisasi harus dihormati dan dijalankan bersama untuk menjaga kekompakan.
“Kalau mau masuk dalam kepengurusan harus kafah, tunduk dan patuh. Jangan mengganggu barisan. Kalau tidak sejalan, harus keluar,” katanya.
Ia juga mengutip pandangan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengenai pentingnya rukun dan cinta sebagai fondasi dalam berorganisasi. Nilai tersebut dinilai perlu menjadi landasan dalam membangun hubungan antarkader.
Artikel Terkait
Alasan Kenapa Selalu Lupa Waktu Tiap Kali Nongkrong di Krema de Bruge Jepara
Sensus Ekonomi Jateng Tembus 81 Persen, Taj Yasin Kejar Tuntas Tiga Minggu
Tren Lari, Komunitas Kalcer, dan Hangout Sehat di Krema De Bruge Jepara
Ahmad Luthfi Buka Peluang Industri Jateng Masuk IKN
Perundungan Anak Jadi Perhatian, Taj Yasin Dorong Penguatan Pencegahan