Namun, untuk platform X (sebelumnya Twitter), pemanggilan belum dapat dilakukan karena perusahaan tersebut tidak memiliki kantor perwakilan di Indonesia.
Baca Juga: Cegah Kemacetan Dan Beri Pelayanan Masyarakat, Polres Jepara Gelar Pengaturan Lalu Lintas
Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK) Dinilai Rusak Demokrasi
Angga menilai fenomena Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK) yang marak di media sosial berbahaya karena dapat merusak sendi demokrasi.
Ia menegaskan, konten manipulatif semacam itu membuat aspirasi publik menjadi bias.
“Harusnya dengan sistem mereka, mereka sudah bisa lihat, oh ini enggak benar, oh ini palsu. Harusnya sudah bisa langsung di-take down,” tegas Angga, seperti dilansir GoRiau.
Artikel Terkait
Resep Es Kelapa Muda Segar, Minuman Tropis Nikmat untuk Jadi Rebutan
Resep Tempe Penyet, Gurih dan Pedas Bikin Nambah Nasi
Resep Sate Ayam Gurih, Lezat dengan Bumbu Kacang Klasik
Resep Bebek Madura, Gurih Pedas dengan Aroma Rempah Khas
Resep Siomay Bandung, Gurih dan Lembut Cocok untuk Cemilan Maupun Jualan