khazanah

Pelepasan Thudong Bhikkhu di Jepara Berlangsung Khidmat, Perjalanan Spiritual 11 Hari Menuju Candi Sewu Dimulai

Rabu, 20 Mei 2026 | 13:55 WIB
Suasana khidmat menyelimuti kawasan Candi Sima, Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, saat pelepasan perjalanan Thudong Bhikkhu digelar pada Rabu (20/5/2026). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Suasana khidmat menyelimuti kawasan Candi Sima, Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, saat pelepasan perjalanan Thudong Bhikkhu digelar pada Rabu (20/5/2026). Momen ini tidak sekadar menjadi awal perjalanan spiritual, tetapi juga simbol kuat toleransi dan keberagaman yang terus hidup di tengah masyarakat.

Sebanyak 16 bhikkhu dari berbagai daerah di Indonesia memulai perjalanan panjang yang akan ditempuh dengan berjalan kaki selama 11 hari. Tradisi thudong ini dikenal sebagai praktik spiritual yang menekankan kesederhanaan, disiplin, serta pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Panitia Thudong, Sundoko, menjelaskan bahwa perjalanan tersebut memiliki makna lebih dalam daripada sekadar aktivitas fisik. Menurutnya, setiap langkah yang ditempuh para bhikkhu sarat dengan nilai spiritual.

Baca Juga: Menteri Agama Titipkan Harapan Ramadan Bawa Kebaikan bagi PNM

"Thudong bukan hanya perjalanan kaki, tetapi perjalanan batin. Dalam setiap langkah terdapat doa untuk kedamaian negeri," papar Sundoko.

Untuk rute di wilayah Jawa Tengah, para bhikkhu dijadwalkan melintasi sejumlah daerah, mulai dari Jepara, Demak, Semarang, Ungaran, Salatiga, Boyolali, hingga Klaten, sebelum mencapai tujuan akhir di kawasan Candi Sewu.

Selama perjalanan, para bhikkhu akan singgah di berbagai fasilitas umum yang telah disiapkan oleh masyarakat setempat. Keterlibatan warga dalam menyediakan tempat singgah menjadi bagian penting dalam membangun interaksi sosial serta memperkuat nilai gotong royong dan toleransi antarumat beragama.

Baca Juga: Bupati Jepara Resmikan Rumah Produksi Gula Aren di Pakis Aji

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan wajah Jepara sebagai daerah yang menjunjung tinggi harmoni dan keberagaman. Ia menilai, thudong menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan di tengah perbedaan.

"Inilah wajah Jepara, bahwa keharmonisan sangat terjaga dengan baik. Jepara adalah rumah besar yang damai, subur akan toleransi, serta menghargai pluralitas dan keberagaman," tutur Witiarso Utomo.

Pelepasan Thudong Bhikkhu tersebut juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga yang hadir tampak antusias memberikan dukungan serta doa bagi kelancaran perjalanan para bhikkhu hingga tiba di tujuan.

Tags

Terkini

Pengkhianatan Nuzulul Qur'an

Rabu, 4 Maret 2026 | 01:52 WIB

Nuzulul Qur'an dan Sunyi yang Mengajarkan Makna

Jumat, 20 Februari 2026 | 22:35 WIB

Penjelasan dan Makna Al-Muhsi dari Asmaul Husna

Selasa, 23 September 2025 | 01:23 WIB

Penjelasan dan Makna Al-Hamid dari Asmaul Husna

Selasa, 23 September 2025 | 00:41 WIB

Penjelasan dan Makna Al-Waliyy dari Asmaul Husna

Minggu, 21 September 2025 | 20:17 WIB

Makna dan Penjelasan Al Matin dari Asmaul Husna

Minggu, 21 September 2025 | 19:43 WIB

Al-Wakil dari Asmaul Husna, Apa Makna dan Penjelasannya?

Minggu, 21 September 2025 | 19:21 WIB

Penjelasan dan Makna Al-Qawiyy dari Asmaul Husna

Minggu, 21 September 2025 | 19:06 WIB

Makna Ya Baits dalam Asmaul Husna

Sabtu, 1 Maret 2025 | 19:52 WIB