Bupati Jepara Resmikan Rumah Produksi Gula Aren di Pakis Aji

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Jumat, 15 Mei 2026 | 16:51 WIB
Bupati Jepara Witiarso Utomo meresmikan rumah produksi gula aren milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Melati di Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Selasa (12/5/2026). (Istimewa for Pantura Network)
Bupati Jepara Witiarso Utomo meresmikan rumah produksi gula aren milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Melati di Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Selasa (12/5/2026). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Bupati Jepara Witiarso Utomo meresmikan rumah produksi gula aren milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Melati di Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Selasa (12/5/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari program "Bupati Ngantor di Desa" yang kembali digelar untuk mendorong penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Witiarso hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sebelum agenda utama dimulai, bupati turut menanam pohon aren dan mencoba nira aren yang menjadi salah satu komoditas unggulan di wilayah tersebut.

Witiarso mengatakan, Kecamatan Pakis Aji memiliki sejumlah potensi strategis yang akan dikembangkan secara bertahap sebagai pusat pariwisata dan perekonomian baru di Kabupaten Jepara.

Baca Juga: Bandar Sabu Tewas di Dalam Toreng di Pondok Aren, Diduga Karena Hal Ini

"Untuk Kecamatan Pakis Aji, ada beberapa potensi seperti Pandan Arum di Desa Suwawal Timur yang nantinya akan dijadikan ikon. Ke depan secara bertahap menjadi sentra pariwisata dan sentra perekonomian," papar Witiarso.

Selain itu, pemerintah daerah juga merencanakan sejumlah program dan fasilitas yang akan dipusatkan di kawasan tersebut, di antaranya Sekolah Rakyat, SPPG, Sirkuit Rakashima, serta rencana penempatan gudang Bulog.

Terkait Desa Tanjung, Witiarso menyebut potensi pohon aren di wilayah tersebut cukup besar untuk dikembangkan. Berdasarkan data, terdapat 329 pohon aren produktif dengan estimasi produksi sekitar 10 liter nira per pohon setiap hari.

Baca Juga: BULOG Turun Tangan, Fasilitasi Distribusi Tebu Petani Blora ke Pabrik Gula Jawa Tengah

"Sedangkan Desa Tanjung itu banyak pohon aren yang bisa dimanfaatkan. Kita juga memberikan peralatan penunjang untuk memaksimalkan olahannya," katanya.

Menurutnya, pengembangan komoditas gula aren dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Sementara itu, PIC Kecamatan Pakis Aji Arwin Noor Isdiyanto menyampaikan, potensi produksi gula aren di Desa Tanjung saat ini belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan sarana produksi.

Baca Juga: Kolaborasi 12 Provinsi Diharapkan Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Ia menjelaskan, dari total potensi produksi nira mencapai sekitar 3.290 liter per hari, saat ini baru sekitar 510 hingga 560 liter yang dapat diolah.

"Kita melihat potensi yang belum dimanfaatkan. Sehari baru mengolah sekitar 560 liter," kata Arwin.

Arwin menambahkan, jika seluruh potensi tersebut dapat diolah, produksi gula aren diperkirakan mencapai 329 kilogram per hari. Dengan harga pasar sekitar Rp40 ribu per kilogram, potensi omzet bisa mencapai sekitar Rp13 juta per hari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X