Kini, panel batu berukir dan berbagai artefak lainnya menawarkan kesempatan untuk melihat sejarah tersebut dari sudut yang berbeda.
Bukan hanya dari cerita yang diwariskan. Bukan hanya dari babad. Tetapi dari batu yang benar-benar masih bertahan hingga hari ini.
Karena itu, temuan di Kriyan sebaiknya tidak buru-buru diberi label sebagai "bukti pasti Kerajaan Kalinyamat". Biarkan para arkeolog, sejarawan, ahli epigrafi, dan pakar seni ukir membaca setiap detailnya.
Baca Juga: Suami Tersangka Penipu Pensiunan Menghilang? Kerajaan Bisnis Nurma Disita Untuk Ganti Rugi Korban
Jika penelitian nantinya membuktikan keterkaitannya dengan periode Kalinyamat, maka temuan ini bisa menjadi bagian penting dalam peta sejarah Jepara abad ke-16.
Namun jika ternyata usianya lebih tua, justru ceritanya bisa menjadi lebih menarik: mungkin Kriyan telah menjadi ruang pertemuan budaya jauh sebelum nama Ratu Kalinyamat mencapai puncak kejayaannya.
Satu batu, ribuan pertanyaan. Dan mungkin, satu potongan kecil ini bisa membantu Jepara menulis ulang sebagian sejarahnya yang selama ini masih tersembunyi.
Artikel Terkait
Bupati Jepara Witiarso Utomo Terima Laporan Nanda, Bocah Kriyan 3 Tahun Kena Kanker, Instruksikan Dinsospermasdes Gercep Lakukan Asesmen
Bupati Jepara Witiarso Utomo Resmikan Pembukaan Gerai Dekranasda, Tenun Toso hingga Ukiran Kayu Kini Punya Rumah Baru
Dukung Pemajuan Kebudayaan, Heri Pudyatmoko Dorong Penguatan Ekosistem Seni Tradisional Jateng
Pasar Raya 2026 Resmi Dibuka, HUT Jateng ke-81 Dirayakan Lewat Seni dan UMKM
Senyum Lembaran Baru PKL Tugu PKK Jepara Usai Penggelontoran Rp210 Miliar Untuk Infrastruktur Jalan