SEMARANG – Kini hampir 100 orang bekerja di PT Moko Garment Indonesia. Ribuan produk dikirim ke berbagai daerah hingga mancanegara setiap bulan. Namun 14 tahun lalu, usaha tersebut hanya dijalankan oleh dua bersaudara dengan tiga mesin jahit sederhana di sebuah ruangan kecil berukuran 3x3 meter yang menjadi titik awal perjalanan mereka membangun bisnis garmen.
Perusahaan yang berlokasi di Jalan Karanggayam, Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Semarang itu didirikan oleh Budi Turmoko dan Rian Muhammad pada 2012. Dengan modal sekitar Rp5 juta, keduanya memberanikan diri merintis usaha konveksi di tengah berbagai keterbatasan.
Direktur PT Moko Garment Indonesia, Rian Muhammad, mengenang masa-masa awal usaha yang jauh dari kata mudah. Selain modal yang terbatas, mereka juga harus berjuang mendapatkan pelanggan.
"Awalnya kami hanya punya tiga mesin jahit. Dua dibeli tunai, satu lagi dibeli secara tempo. Saat itu yang penting usaha bisa berjalan dulu," ujarnya.
Tidak hanya mengurus produksi, keduanya juga turun langsung menawarkan jasa konveksi ke berbagai perusahaan. Mereka mendatangi calon pelanggan satu per satu dengan harapan memperoleh pesanan.
Namun usaha tersebut kerap berujung penolakan.
"Dulu belum sempat masuk kantor, baru sampai pintu saja sudah ditolak. Tapi itu menjadi bagian dari proses belajar kami," kata Rian.
Berbekal ketekunan, mereka terus mencoba berbagai cara untuk memperluas pasar. Salah satunya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Media sosial dan website perusahaan mulai digunakan sebagai sarana promosi untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas.
Langkah tersebut terbukti efektif. Pesanan terus bertambah dan nama Moko Garment mulai dikenal oleh berbagai perusahaan di Indonesia.
Saat ini perusahaan mampu memproduksi sekitar 10.000 potong produk setiap bulan. Berbagai jenis produk dihasilkan, mulai dari wearpack, overall, polo shirt, t-shirt, jas hujan hingga tas kerja.
Produk-produk tersebut digunakan oleh berbagai perusahaan nasional dan telah merambah pasar internasional seperti Malaysia, Singapura, Timor Leste, Taiwan, Oman hingga Siprus.
Menjangkau Pelanggan dari Aceh hingga Papua
Pertumbuhan Moko Garment tidak lepas dari dukungan layanan logistik yang membantu distribusi produk ke berbagai wilayah.
Sejak awal merintis usaha, Moko Garment telah menggunakan layanan JNE untuk mengirimkan pesanan kepada pelanggan. Ketika volume pengiriman masih kecil, Rian dan tim harus mengantar sendiri paket ke kantor cabang.