Semarang, Pantura Network – Tim dosen dari Fakultas Teknologi Informasi dan Industri (FTII) Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang menggelar pelatihan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Pendamping UMKM dalam Menjaga Kerahasiaan Data Pribadi Klien” di Cafe HOC, Semarang, Kamis (13/11/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang didanai melalui hibah Bima 2025 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Pelatihan diikuti 13 pendamping UMKM dari komunitas Aurum First Sunrise.
Founder Aurum First Sunrise, Erni Sekarwati, S.T., M.T., menekankan pentingnya sertifikasi halal sebagai kunci bagi UMKM untuk memperluas pasar.
Baca Juga: Dies Natalis Ke-56, Unisbank Gelar Sholawat Bareng
“Halal bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga standar kualitas yang meningkatkan daya saing. Kami mendorong para pendamping agar membantu lebih banyak UMKM segera tersertifikasi,” kata Erni.
Ia juga mengapresiasi dukungan Dikti dan UNISBANK atas bantuan finansial serta pendampingan keilmuan yang diberikan dalam pelatihan ini.
Bahas Keamanan Data dan Komunikasi Efektif
Dalam sesi inti, tim dosen FTII UNISBANK hadir sebagai narasumber. Widiyanto Tri Handoko, S.Kom., M.Cs. menyoroti pentingnya perlindungan data pribadi UMKM, terutama dokumen sensitif seperti KTP dan resep produk.
“Data seperti itu sangat rentan bocor. Pendamping harus memahami mekanisme keamanan berbasis kriptografi untuk menjaga kepercayaan klien,” ujarnya.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Lantik DPD KPPI Jateng: Berikan Edukasi Politik untuk Pemberdayaan Perempuan
Sementara itu, Endang Lestariningsih, S.E., M.M., membahas pentingnya komunikasi yang baik antara pendamping dan pelaku UMKM. Menurutnya, komunikasi efektif menjadi kunci kelancaran proses sertifikasi halal.
Pelatihan juga menghadirkan Putri Fatehah, Sekretaris Aurum, yang memberikan panduan teknis mengenai pengisian dan validasi dokumen halal sesuai prosedur.
Komitmen UNISBANK untuk UMKM
Ketua pelaksana kegiatan, Eko Nur Wahyudi, S.Kom., M.Cs., mengatakan pelatihan ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat.
“Program ini didanai oleh Kemendikbudristek melalui hibah Bima 2025. Kami berkomitmen mentransfer ilmu dari kampus untuk menciptakan sistem pendampingan yang lebih aman dan profesional,” ujar Eko.
Artikel Terkait
Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Kemenkes, Jateng Sukses Tekan Stunting
Ahmad Luthfi Lantik Pengurus KPPI Jateng, Ajak Perempuan Ambil Peran Strategis
25 Tahun Berlalu, Ahmad Luthfi Nilai UU Perlindungan Konsumen Perlu Disesuaikan Zaman
Satgas CS-137: Produk Olahan CPI Tak Terkontaminasi Radioaktif
Ahmad Luthfi Lantik DPD KPPI Jateng: Berikan Edukasi Politik untuk Pemberdayaan Perempuan