daerah

Kemenag dan Pesantren Bersinergi, Forkomdiktren Jadi Kunci Peningkatan Mutu Pendidikan Formal Pesantren

Selasa, 28 Juli 2026 | 22:53 WIB
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang, Ta'yinul Birri Bagus Nugroho mengukuhkan Ketua Forkomdiktren terpilih, Ahmad Arofiq di Telomoyo, Magelang, Selasa (28/7/2026). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Penguatan sinergi antara pemerintah dan pondok pesantren dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan formal berbasis pesantren di Kabupaten Semarang.

Hal tersebut mengemuka sewaktu pengukuhan Forum Komunikasi Pendidikan Formal Pesantren (Forkomdiktren) Kabupaten Semarang periode 2026-2029 di kawasan Telomoyo, Selasa (28/7/2026).

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang, Ta'yinul Birri Bagus Nugroho mengatakan, kolaborasi yang solid antara birokrasi dan pesantren menjadi fondasi utama dalam mendorong mutu pendidikan yang lebih baik.

Baca Juga: Beasiswa Pesantren Pemprov Jateng Diikuti 942 Pendaftar, 15 Santri Lolos Kuliah ke Luar Negeri

"Sinergi ini bukan hanya soal koordinasi, tetapi bagaimana kita bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan formal di pesantren agar lebih adaptif, profesional, dan berdaya saing," papar Mas Bagus (sapaannya).

Bagi dia, keberadaan Forkomdiktren menjadi instrumen penting untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil di lingkungan pesantren. Berangkat dari komunikasi yang terbangun secara sistematis, berbagai kendala administratif hingga pengembangan kurikulum dapat ditangani lebih cepat dan tepat.

Kemudian, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Titik Halimah menyebut, sinergi melalui forum ini bakal berdampak langsung pada peningkatan tata kelola lembaga serta kualitas sumber daya manusia di pesantren.

Baca Juga: Forum Santri Anak Jateng Mulai Bergerak Cegah Kekerasan di Lingkungan Pesantren

Ia menambahkan, forum ini juga menjadi ruang berbagi praktik baik antar lembaga pesantren dalam mengelola pendidikan formal.

"Ketika komunikasi berjalan efektif, maka pembinaan, pendampingan, hingga peningkatan kapasitas tenaga pendidik bisa dilakukan secara berkelanjutan," kata Titik.

Jajaran pengurus Forkomdiktren Kabupaten Semarang dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang, Ta'yinul Birri Bagus Nugroho (tengah) foto bersama di Telomoyo, Magelang, Selasa (28/7/2026) (Istimewa for Pantura Network)

Sementara itu, Ketua Forkomdiktren terpilih, Ahmad Arofiq, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan forum ini sebagai penggerak standarisasi mutu pendidikan pesantren.

Baca Juga: Dukung Pendidikan Inklusif, DPRD Jateng Minta Pemda Tingkatkan Akses Disabilitas ke Layanan Publik

Menurutnya, tantangan pendidikan ke depan menuntut pesantren tidak hanya mempertahankan nilai-nilai tradisional, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Dengan bersinergi, kita bisa menyamakan persepsi, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan memastikan lulusan pesantren memiliki kompetensi yang kuat," pungkas Arofiq.

Tags

Terkini