PANTURA NETWORK -- Program "Bupati Ngantor di Desa" yang digagas Pemerintah Kabupaten Jepara resmi ditutup di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Rabu (20/05/2026). Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang telah menjangkau seluruh desa di Kabupaten Jepara, sekaligus menjadi momentum evaluasi dan percepatan tindak lanjut aspirasi masyarakat.
Dalam forum yang digelar, para petinggi dari 12 desa di Kecamatan Bangsri secara bergiliran memaparkan serta mempertajam usulan yang sebelumnya telah diajukan pada tahap awal program. Pendalaman ini dilakukan untuk memastikan setiap kebutuhan desa dapat ditangani secara lebih terarah.
Tercatat sebanyak 35 usulan disampaikan, mencakup berbagai sektor strategis seperti pembangunan infrastruktur, perbaikan irigasi, pengembangan pariwisata, penguatan UMKM, pendidikan, kesehatan, penerangan jalan, hingga distribusi pupuk subsidi.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Tersentuh Kisah Driver Ojol yang Narik Sambil Asuh Anak
Sejumlah usulan di antaranya telah direalisasikan, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap proses dan pembahasan lanjutan. Seluruh aspirasi tersebut dibahas langsung bersama Bupati Jepara, Witiarso Utomo, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna memastikan solusi yang tepat dan sesuai kebutuhan lapangan.
Beberapa persoalan krusial yang menjadi perhatian utama meliputi pembangunan infrastruktur yang direncanakan kembali dilanjutkan pada tahun ini. Selain itu, isu irigasi juga terus diupayakan melalui pengajuan bantuan ke pemerintah pusat guna mendukung sektor pertanian.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan pentingnya proses pertajaman usulan agar tidak ada aspirasi masyarakat yang terabaikan.
"Pertajaman usulan sebelumnya. Jangan sampai tertinggal untuk ditindaklanjuti," ujar Witiarso Utomo.
Ia memastikan pemerintah daerah akan menindaklanjuti seluruh usulan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.
"Usulan akan diselesaikan dan ditindaklanjuti. Ada yang sudah dilaksanakan, ada juga yang belum," tambahnya.
Baca Juga: Ngantor di Desa Tubanan, Bupati Jepara Prioritaskan Perbaikan Jalan Rp200 Miliar per Tahun
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Jepara berharap terbangun komunikasi yang lebih efektif antara pemerintah daerah dan pemerintah desa. Dengan demikian, berbagai kebutuhan masyarakat dapat direspons lebih cepat dan tepat sasaran.
Penutupan program di Desa Bondo sekaligus menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan publik berbasis desa, dengan pendekatan langsung yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.