Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki dua fungsi utama, yakni sebagai ruang apresiasi karya mahasiswa sekaligus sarana mengenalkan Program Studi S1 Arsitektur Unimus kepada masyarakat.
“Ini merupakan cara kami untuk mengenalkan Arsitektur Unimus kepada masyarakat luas. Kami ingin menunjukkan bahwa Arsitektur Unimus sudah memiliki karya dan siap memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ujarnya.
Pameran tahun ini menjadi penyelenggaraan ketiga yang digelar di kawasan Kota Lama Semarang. Sebelumnya, pameran pertama digelar di lingkungan kampus Unimus.
Kania menambahkan, salah satu karakter yang dikembangkan dalam Program Studi S1 Arsitektur Unimus adalah penciri arsitektur Islam. Namun, konsep tersebut tidak dimaknai sebatas menghadirkan bentuk atau simbol keislaman pada bangunan.
Menurut dia, nilai-nilai Islam diterapkan melalui prinsip fungsi, kebermanfaatan, serta kesesuaian antara desain dan kebutuhan pengguna bangunan.
“Arsitektur Islam tidak harus selalu berbentuk masjid. Nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran bisa diimplementasikan ke dalam desain. Prinsipnya antara lain fungsi dan kebermanfaatan bagi orang yang menggunakan bangunan,” jelasnya.
Pameran “Parade Desain: The Journey of Explore” terbuka untuk masyarakat umum dan tidak dipungut biaya masuk. Pameran berlangsung pukul 09.00 hingga 22.00 WIB selama 21-23 Agustus 2026 di Rumah Po Han, Kota Lama Semarang.
Melalui pameran tersebut, masyarakat tidak hanya dapat melihat hasil karya mahasiswa, tetapi juga memahami proses pembelajaran arsitektur, mulai dari eksplorasi ide, analisis lokasi, penyusunan konsep hingga menghasilkan rancangan bangunan.