Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, M. Herucahyo, mengingatkan pentingnya menjaga ritme belajar sesuai tema penelitian masing-masing. Ia menilai konsistensi dalam mengasah kemampuan riset dan komunikasi ilmiah menjadi kunci pada tahap selanjutnya.
Hal senada disampaikan Wakil Kepala Bidang Humas, Abdul Jalal, yang mengajak siswa memanfaatkan peluang ini secara maksimal.
"Kesempatan ini adalah anugerah. Manfaatkan sebaik mungkin dengan kerja keras dan kesungguhan," tegas Herucahyo.
Baca Juga: Tepis Stigma Negatif Ayam Laga, PAPAJI Sragen : Kompetisi Sebagai Ajang Rekatkan Persaudaraan
Bagi siswa yang belum berhasil lolos melalui jalur OPSI, pihak madrasah tetap membuka peluang melalui berbagai kompetisi lain seperti Kreasi Jogja, LPB, dan ajang riset lainnya.
Keberhasilan ini semakin mengukuhkan reputasi MTsN 1 Jepara sebagai madrasah berbasis riset yang konsisten melahirkan inovator muda. Capaian tersebut juga diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah dan madrasah lain di Jawa Tengah untuk terus mengembangkan budaya penelitian di kalangan pelajar