PANTURA NETWORK -- Atmosfer pembelajaran terasa kuat di lingkungan MTs Ar-Rois Cendekia Semarang. Hal itu ditunjukkan saat ratusan siswa dan tenaga pendidik berpartisipasi dalam dialog interaktif bersama Kementerian Agama RI, Sabtu (25/4/2026).
Dialog interaktif bersama Kementerian Agama RI yang diwakili Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khodijah, sejak awal kegiatan, suasana ruang pertemuan tampak dinamis.
Pada kesempatan itu, siswa tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi terlibat langsung dalam diskusi. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir, mencerminkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap dunia pendidikan dan masa depan mereka.
Baca Juga: Ratusan Peserta Ikuti Fun Walk Harlah ke-6 Yayasan Ar-Rois Cendekia di Semarang
Kepala MTs Ar-Rois Cendekia, Putri Rahmi Fatmawati dalam sambutannya menegaskan pentingnya menghadirkan ruang dialog sebagai bagian dari proses pendidikan. Bagi dia, interaksi langsung dengan tokoh nasional menjadi pengalaman belajar yang tidak tergantikan di dalam kelas.
"Ini bukan sekadar pertemuan, tetapi bagian dari proses pembelajaran yang membangun wawasan dan kepercayaan diri siswa," papar Putri Rahmi.
Sewaktu dialog interaktif, Nyayu Khodijah mengajak peserta melihat pendidikan sebagai perjalanan panjang yang membutuhkan ketekunan dan keberanian bermimpi.
Baca Juga: Gus Hajar Tegaskan Komitmen Pendidikan Keagamaan di Peringatan HAB ke-80 Kemenag RI di Jepara
Supaya aktif, ia juga menyiapkan strategi berupa penyampaian materi dengan pendekatan komunikatif, diselingi cerita pengalaman pribadi yang membuat suasana semakin dekat dengan peserta.
Alhasil, respon siswa terlihat. Mereka aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari strategi belajar hingga tantangan meraih cita-cita. Interaksi dua arah tersebut menciptakan suasana belajar yang terbuka dan partisipatif.
Tidak hanya siswa, para guru dan tenaga kependidikan juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkaya perspektif dalam mengembangkan metode pembelajaran. Diskusi yang terjadi mencerminkan semangat kolektif guna terus meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan madrasah.
Baca Juga: Atasi Pengangguran, DPRD Jateng Dorong Sinkronisasi Pendidikan dengan Kebutuhan Industri
Kehadiran sejumlah pejabat Kementerian Agama turut memperkuat nuansa akademik dalam kegiatan ini. Namun, fokus utama tetap pada proses pembelajaran yang berlangsung hangat, inklusif, dan mendorong keberanian siswa berpikir kritis.
Melalui kegiatan ini, MTs Ar-Rois Cendekia Semarang menegaskan komitmennya dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, komunikasi, dan daya saing peserta didik.
Artikel Terkait
Wagub Jateng Pastikan Anak Disabilitas Peroleh Akses Pendidikan Setara dan Inklusif
Ratusan Peserta Ikuti Fun Walk Harlah ke-6 Yayasan Ar-Rois Cendekia di Semarang
Bupati Jepara Siapkan Rp25 Miliar untuk Guru Madrasah, Target Kesejahteraan Setara UMR
Halal Bihalal Satkordikcam Pakis Aji, Bupati Jepara Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan dan Revitalisasi Sekolah
19 Tim Lolos OPSI 2026, MTsN 1 Jepara Jadi Madrasah Riset Terbaik se-Jawa Tengah