Dampak positif kehadiran Bajaj juga dirasakan para pengemudi. Salah satu mitra pengemudi Bajaj Semarang, Slamet Mulyono, mengaku pendapatannya menjadi lebih stabil sejak bergabung.
"Sebelum menjadi driver Bajaj, penghasilan saya tidak menentu. Sekarang pendapatan lebih stabil dan kebutuhan keluarga lebih tercukupi. Bahkan di beberapa jam tertentu permintaan cukup tinggi sampai kami sering kewalahan menerima order karena armada yang tersedia masih terbatas dibanding jumlah permintaan yang masuk," katanya.
Melalui ekspansi ke enam wilayah baru tersebut, Bajaj Indonesia optimistis dapat memperluas akses transportasi masyarakat sekaligus membuka lebih banyak peluang investasi bagi warga lokal. Program Juragan Bajaj disebut menawarkan potensi pendapatan pasif mingguan, ROI sekitar 50 persen per tahun, serta masa produktif armada yang dapat mencapai lebih dari lima tahun.
Perusahaan menilai momentum ekspansi ini menjadi kesempatan bagi masyarakat Semarang yang ingin memiliki aset produktif dan memperoleh peluang pertumbuhan investasi jangka panjang seiring meningkatnya kebutuhan transportasi perkotaan.***
Artikel Terkait
Nawal Yasin: Literasi Kunci Membangun Generasi Unggul di Era Digital
Taj Yasin Kampanyekan Jamu Aman Sekaligus Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif
Wagub Jateng Beri Bisyarah, Santri Penghafal Qur’an Makin Termotivasi
Jalan Rusak Cepu-Randublatung Segera Dibangun Beton, Warga Blora Bernapas Lega
Ketika Kader PKK Jateng Belajar Mengolah Lele Tanpa Duri dan Tidak Amis