Ia menggambarkan pengabdian para pengasuh sebagai tanggung jawab untuk menjalankan amanah tersebut, bukan sekadar pekerjaan yang berorientasi pada imbalan.
"Jenenge wong akon niku hakikine juragan sing dikon jenenge kuli. Dadi mboten kyai tapi kuli (Namanya orang yang menyuruh itu sebenarnya adalah juragan, sedangkan orang yang disuruh disebut kuli. Jadi, bukan kyai, tetapi kuli)," ujarnya.
Menurutnya, para pengasuh, keluarga, dan seluruh unsur pesantren berupaya menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya agar Ponpes Darussalam Timur terus memberikan manfaat.***