Luthfi Dorong 35 Kabupaten/Kota Hidupkan Kembali Lahan Tidur Lewat Revola

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Senin, 10 Agustus 2026 | 18:40 WIB
Luthfi Dorong 35 Kabupaten/Kota Hidupkan Kembali Lahan Tidur Lewat Revola
Luthfi Dorong 35 Kabupaten/Kota Hidupkan Kembali Lahan Tidur Lewat Revola

“Revola ini juga memberdayakan masyarakat miskin yang ada di desa kami. Program ini kan baru berjalan sebulan, jadi untuk awal hasil telur ayam akan dimanfaatkan sendiri untuk peningkatan gizi, ke depannya akan meningkatkan pendapatan bagi keluarga miskin,” kata Hasyim.

Ia menilai keberadaan tanaman kopi dan alpukat juga memberikan manfaat ekologis karena berfungsi sebagai tanaman konservasi untuk membantu menjaga kondisi lahan.

Sementara itu, petani Desa Susukan, Nur Fauzi, mengatakan, program Revola memberikan kesempatan bagi petani untuk kembali mengolah lahan yang selama 12 tahun tidak dimanfaatkan secara optimal.

Menurut dia, lahan bekas tanaman teh tersebut kini mulai diarahkan untuk berbagai komoditas, seperti kopi, alpukat, cabai, terong, padi, serta dikembangkan bersama usaha peternakan dan perikanan.

“Saya ikut ternak kambing. Selain kambing, ada juga yang ikut ternak ayam, perikanan, dan lainnya seperti menanam kopi, alpukat, hortikultura seperti cabai, terong hingga padi,” ujarnya.

Fauzi juga mengapresiasi keterlibatan petani muda dalam program tersebut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi smart farming dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk kembali melihat sektor pertanian sebagai bidang yang menjanjikan.

Petani milenial nantinya dapat berperan dalam pengoperasian drone, mesin penyiram, hingga teknologi pengukuran unsur tanah.

“Sangat baik karena anak-anak muda juga dilibatkan karena bisa untuk regenerasi petani. Soalnya kebanyakan anak muda sini setelah lulus sekolah dan tidak melanjutkan, banyak merantau atau bekerja di luar desa,” katanya.

Dengan konsep tersebut, Revola Jateng Optimis diharapkan tidak berhenti sebagai proyek percontohan di Banjarnegara. Jika direplikasi di berbagai daerah dengan menyesuaikan potensi lokal masing-masing, program ini dapat menjadi salah satu strategi Jawa Tengah untuk mengubah lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi sumber pangan, lapangan kerja, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X