Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus 2026. Forum tersebut akan mempertemukan Jawa Tengah dengan investor dari berbagai negara.
Luthfi menegaskan, potensi investasi tidak hanya berada di wilayah tertentu. Seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah memiliki kekuatan masing-masing yang harus dikembangkan secara bersama-sama.
“Seluruh kabupaten dan kota memiliki potensi masing-masing. Yang harus kita bangun adalah semangat collaborative government. Tidak ada daerah yang menonjol sendiri. Semua harus tumbuh dan berkembang bersama,” tegasnya.
Selain pembangunan dan investasi, Luthfi menekankan pentingnya peran media dalam menjaga kualitas demokrasi dan informasi publik.
Di tengah derasnya arus informasi digital, disinformasi, hoaks, ujaran kebencian, hingga kampanye hitam, media dituntut tidak hanya cepat menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan setiap berita memiliki dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Media adalah salah satu alat pemersatu bangsa,” ujarnya.
Luthfi meminta proses jurnalistik tetap mengedepankan prinsip check, recheck, dan final check sebelum informasi disampaikan kepada masyarakat.
Menurutnya, media memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah sekaligus kontrol sosial. Karena itu, pemberitaan yang akurat dan berimbang diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang benar sekaligus mampu mengawasi jalannya pemerintahan.
Pada malam penganugerahan tersebut, Ahmad Luthfi juga menyerahkan Radar Kudus Award 2026 kepada sejumlah kepala daerah dari Kudus, Blora, Rembang, Pati, Jepara, dan Grobogan.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa inovasi pembangunan daerah tidak hanya diukur dari besarnya program dan anggaran, tetapi dari sejauh mana kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menciptakan perubahan nyata.***