“Pengurus sudah terbentuk, tapi itu saja tidak cukup. Rekan-rekan harus bisa memberi warna baru bagi koperasi sebagai cikal bakal kemakmuran masyarakat,” tegasnya.
Ahmad Luthfi menyebut, koperasi harus menjadi hub pendampingan ekonomi rakyat, terutama bagi pelaku usaha mikro yang jumlahnya mencapai sekitar 4,2 juta unit di Jawa Tengah.
“UMKM mikro harus naik kelas menjadi kecil, lalu menengah. Di sinilah koperasi harus hadir,” katanya.
Gubernur juga menegaskan, koperasi tidak boleh eksklusif hanya melayani anggota, tetapi harus mampu menjawab persoalan riil masyarakat.
“Jangan hanya untuk anggota saja. Koperasi harus bisa mereduksi masalah di masyarakat, salah satunya pinjol,” ujarnya. Menurutnya, jika koperasi benar-benar hidup dan aktif, masyarakat tidak lagi bergantung pada pinjaman berbunga tinggi.
“Tidak ada lagi masyarakat terjerat rentenir atau pinjol, karena koperasinya hidup,” tegas Ahmad Luthfi.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, saat ini terdapat 19.022 koperasi aktif dengan lebih dari 6,8 juta anggota. Total aset koperasi mencapai Rp 60,13 triliun, dengan volume usaha Rp 43,78 triliun dan imbal hasil kepada anggota sebesar Rp 1,16 triliun.
Sementara itu, penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga terus digenjot. Dari total 8.523 unit, sebanyak 6.271 koperasi telah beroperasi dan 1.466 di antaranya memiliki gerai fisik. Secara keseluruhan, sekitar 75,8 persen KDKMP sudah berjalan.
Percepatan pembentukan berbadan hukum didorong lebih awal agar koperasi desa/kelurahan bisa segera bergerak memperkuat ekonomi desa. Ke depan, koperasi desa/kelurahan diharapkan berkembang menjadi pusat distribusi logistik sekaligus lumbung pangan lokal yang menopang ekonomi desa.
“Ini bagian penting dari penguatan ekonomi desa. KDKMP harus memberi warna nyata di masyarakat,” kata Luthfi.
Selain itu, Dekopinwil Jawa Tengah juga didorong mengambil peran strategis dalam transformasi sumber daya manusia, digitalisasi koperasi, penguatan jaringan usaha, hingga advokasi perlindungan koperasi.
“Jadikan koperasi sebagai gerakan bersama untuk membangun kesejahteraan dan keadilan,” tandasnya.*