Sebagian besar pelaku seni campursari yang kami hubungi menjelaskan, mereka akan ikut membantu aparat keamanan untuk meredam aksi unjuk rasa anarkis di wilayah Kabupaten Jepara dan mengutuk keras aksi Provokasi dan Anarkis.
"Ini menandakan bahwa para pekerja seni campursari Jepara sudah cukup solid. Kita berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan baik dengan semua selama bisa menjaga kondusifitas dan keamanan, sekaligus memperkokoh konsolidasi masyarakat, menolak provokasi dan tindakan anarkis" terang Duwok.
Ia mengimbau para pekerja seni campursari untuk menjaga situasi keamanan agar kembali kondusif, antara lain, membangun komunikasi dengan semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, Polri, TNI, pemuka agama, dan tokoh masyarakat.
Baca Juga: Gunakan Gas Bumi PGN, RS Kariadi Semarang Bisa Hemat Ratusan Juta Per Bulan
"Kita harus menyampaikan dengan jelas bahwa dunia usaha seni tidak bergerak dalam ranah politik, namun memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas politik dan keamanan agar kegiatan perdagangan, investasi, dan ekonomi daerah, khususnya pertunjukan campursari tetap hidup dan berkembang," jelasnya.***
Artikel Terkait
Ahmad Luthfi Instruksikan 4 Langkah Strategis Pulihkan Jawa Tengah Pasca Aksi Massa
IJTI Korda Muria Raya Mengutuk Oknum Pengawal Ketua Dewas RSUD Soewondo Pati Karena Melakukan Kekerasan Terhadap Jurnalis
95 Pejabat Eselon III dan IV Dilantik, Mulai dari Sekdin, Camat Hingga Kepala Seksi, Ini Pesan Bupati
Tangis Haru Warnai Parenting Day, Anak-Anak Peserta Demo di Jepara Dikembalikan ke Pelukan Orang Tua
Kantor Imigrasi Pati Siap Buka Layanan di Karimunjawa