Duwok menyebut, Para pekerja seni campursari Kabupaten Jepara bahkan mengumpat dan mengutuk aksi tersebut, dengan mengekspresikan kekecewaan melalui tulisan di medsos.
"iki Jeporo leet...!
Ndue Toto kromo, Demo - Demo'o sak Ndoweh Cangkemu, Ojo Brutal Anarki - aku lan konco- konco pekerja seni dadi melok imbase -
Pak Kapolres - Gabres Mawon Seng Anarki- Salam Seni Indonesia" tulis salah satu pekerja seni di medsosnya.
Duwok pun mengaku, siap membantu pemerintah meredam aksi unjuk rasa anarkis, pada Jum'at (5/9/2025).
Baca Juga: Ahmad Luthfi Instruksikan 4 Langkah Strategis Pulihkan Jawa Tengah Pasca Aksi Massa
Duwok mengungkapkan, Para pekerja seni campursari telah saling berkomunikasi secara daring dengan para pekerja seni campursari di Kabupaten Jepara, merespon kondisi mereka yang sedang nganggur dampak aksi anarkis, Pada Kamis (4/9/2025).
Artikel Terkait
Ahmad Luthfi Instruksikan 4 Langkah Strategis Pulihkan Jawa Tengah Pasca Aksi Massa
IJTI Korda Muria Raya Mengutuk Oknum Pengawal Ketua Dewas RSUD Soewondo Pati Karena Melakukan Kekerasan Terhadap Jurnalis
95 Pejabat Eselon III dan IV Dilantik, Mulai dari Sekdin, Camat Hingga Kepala Seksi, Ini Pesan Bupati
Tangis Haru Warnai Parenting Day, Anak-Anak Peserta Demo di Jepara Dikembalikan ke Pelukan Orang Tua
Kantor Imigrasi Pati Siap Buka Layanan di Karimunjawa