Luthfi menyampaikan Musrenbangwil Ekskeresidenan Semarang sifatnya berbelanja masalah, yang dihadiri oleh perwakilan daerah. Dengan swasembada pangan menjadi hal utama yang dibahas.
“Prinsip Musrenbang Jateng 2026 ini adalah swasembada pangan. Bagaimana Jateng menciptakan lumbung pangan nasional, sehingga swasembada pangan yang merupakan ekonomi berdaulat di wilayah kita, Jateng bisa. Target 11 juta ton, dan kita sanggup untuk melaksanakan itu, karena adanya kolaborasi bupati/wali kota hingga tingkat desa di wilayah kita,” jelasnya.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan, pihaknya berharap dukungan dari Pemprov Jateng untuk menangani sampah. Yang mana saat ini sudah masuk darurat sampah.
“Karena kami mendapatkan predikat Semarang darurat sampah. Sampah di Jatibarang sangat menggunung dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan penambahan lahan. Harus dengan pengolahan yang lebih canggih,” tutur Agustina, dalam sambutannya.