Puluhan Ketua TP PKK Kabupaten/ Kota se-Jateng Ikuti Orientasi

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Selasa, 22 April 2025 | 08:15 WIB

SEMARANG – Bagaimana cara berbicara yang baik? Bagaimana pula sikap yang benar dan mengatasi grogi, saat mesti naik ke atas podium?

 

Hal itu menjadi pembahasan saat para Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten/ Kota se-Jawa Tengah belajar public speaking. Ya, permasalahan seperti itu seringkali dihadapi pasangan kepala daerah, yang sekarang ini mesti banyak berjumpa dengan masyarakat

 

Namun, tips-tips mengatasi hal tersebut, diulas tuntas oleh public speaker Dona Trisukma, saat orientasi yang diikuti 35 Ketua TP PKK Kabupaten/ Kota se-Jateng, di Hotel Griya Persada Bandungan, Senin (21/4/2025). Mulai dari melatih pernafasan untuk mengurangi grogi, melatih kemampuan berbicara, memperhatikan gesture, pakaian, hingga memperbanyak referensi agar menguasai materi.

 

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyampaikan, orientasi tersebut dilaksanakan untuk membangun chemistry dengan TP PKK kabupaten/ kota se-Jateng.

 

“Ini penting karena kita butuh kolaborasi, mengingat di sini kita menyampaikan program-program, kita butuh banyak masukan dan kolaborasi dari semua ini,” beber Nawal, di sela Orientasi Ketua TP PKK Kabupaten/ Kota.

 

Dia menekankan, gerakan PKK dilakukan untuk pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. Untuk mencapai itu, sejumlah program prioritas akan dilakukan di Jawa Tengah. Seperti, pelayanan terpadu pencegahan dan penanganan perkawinan anak (Pandu Cinta), kader paralegal PKK penggerak rumah perlindungab kecamatan (Kader Perak), gerakan ibu menanam pohon (Rabu Pon), keluarga Indonesia bebas kemiskinan ekstrem (Kikis), jam interaktif positif orang tua dengan anak (Jam Intan), PKK sadar, siaga, dan tanggap bencana (PKk Sigab), serta digitalisasi dan cinema literasi (Dicinta PKK). Pihaknya juga mendukung program dokter spesialis keliling (Speling).

 

“Kita sudah me-launching Kader Perak, dalam rangka kita concern terhadap penanganan tindak kekerasan di provinsi ini. Di samping itu juga banyak program-program untuk ketahanan keluarga, di antaranya kita punya Pandu Cinta, bagaimana kita melakukan upaya preventif untuk menekan pernikahan anak. Jadi, tidak hanya Jo Kawin Bocah, tapi tambah, ‘Ayo Sekolah, Jo Kawin Bocah‘,” terang Nawal.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X