nasional

Lima Fakta Musibah Banjir Bandang Hantam Wisata Guci Tegal, Nomor Empat Bikin Geleng-geleng Kepala

Minggu, 21 Desember 2025 | 12:29 WIB
Ilustrasi banjir bandang di Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu (20/12/2025). (Istimewa for Pantura Network)

Pusat Data dan Informasi BNPB menegaskan, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat banjir bandang tersebut. Namun, respons darurat sudah dijalankan bersama BPBD setempat untuk penanganan lokasi dan mitigasi risiko.

Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, mengatakan kepada media, "sebagian area wisata tertutup material lumpur dan bebatuan. Demi keselamatan, kawasan ditutup sementara untuk umum,".

BNPB juga mengimbau warga di sepanjang aliran Sungai Gung dan daerah hilir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.

Baca Juga: Begini Update Terbaru Kondisi Banjir Bandang di Wisata Guci Tegal

4. Apakah Ini Terkait Tambang di Gunung Slamet?

Sejak peristiwa banjir bandang viral di media sosial, muncul pertanyaan publik terkait aktivitas tambang di Gunung Slamet sebagai salah satu penyebab bencana.

Beberapa warganet dan unggahan di sosial media menyebutkan dugaan hubungan antara kerusakan lingkungan karena tambang dengan meningkatnya risiko banjir bandang.

Namun, pernyataan resmi instansi penanggulangan bencana dan laporan media saat ini hanya menyebutkan hujan ekstrem sebagai penyebab langsung banjir bandang, tanpa menyebutkan bukti konkret adanya keterkaitan langsung dengan aktivitas tambang.

Baca Juga: Revitalisasi Pabrik Wong Hang Pemalang Serap 1.500 Tenaga Kerja

Tidak ada pernyataan resmi dari BPBD, BNPB, atau dinas terkait yang menjadikan aktivitas tambang sebagai faktor utama penyebab banjir bandang ini.

Penyebab yang disebut berulang kali oleh otoritas adalah curah hujan tinggi di lereng Gunung Slamet yang memicu peningkatan debit air sungai secara tiba-tiba.

5. Implikasi pada Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Penutupan sementara objek wisata Air Panas Guci dan rusaknya infrastruktur berpotensi berdampak pada kunjungan wisatawan, terutama menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga: Pray for Sumatera, Sekolah Bumi Kartini Galang Donasi 25 Juta dan Amanahkan ke Gusdurian Peduli

Fasilitas yang rusak dan akses yang tertutup akan mempengaruhi operasional hotel dan pendapatan pelaku wisata lokal. Pemerintah daerah masih dalam proses penilaian lanjutan sebelum menentukan langkah pemulihan.

Halaman:

Tags

Terkini