Lima Fakta Musibah Banjir Bandang Hantam Wisata Guci Tegal, Nomor Empat Bikin Geleng-geleng Kepala

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Minggu, 21 Desember 2025 | 12:29 WIB
Ilustrasi banjir bandang di Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu (20/12/2025). (Istimewa for Pantura Network)
Ilustrasi banjir bandang di Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu (20/12/2025). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Kawasan wisata Air Panas Guci di lereng Gunung Slamet, Kabupaten Tegal, disapu banjir bandang dahsyat, Sabtu (20/12/2025) sore.

Peristiwa ini memicu kerusakan serius fasilitas wisata, panik wisatawan, dan penutupan lokasi wisata utama Pancuran 13 yang menjadi ikon daerah Bumijawa dan tujuan wisatawan domestik serta mancanegara.

Lebih lanjut, Pantura Network menyajikan lima fakta musibah banjir bandang di Wisata Guci Tegal, yang nomor keempatnya bikin kamu geleng-geleng kepala, berikut daftarnya :

Baca Juga: Sekda: Laba Tertinggi di Jawa, Bank Jateng Patut Jadi Kebanggaan Warga

1. Sungai Gung Meluap

Menurut laporan visual dan pernyataan pengelola, hujan deras mengguyur kawasan Gunung Slamet sejak pagi hingga siang hari, menghasilkan luapan sungai Gung yang tiba-tiba pada pukul 15.00 – 16.30 WIB.

Debit air sungai meningkat drastis dan menciptakan banjir bandang yang membawa lumpur, batu, pasir, bahkan ribuan pipa saluran air panas yang melintasi area wisata.

Video kejadian yang viral di media sosial menunjukkan bagaimana arus deras menerjang fasilitas wisata, membuat suasana berubah panik dan memaksa wisatawan serta staf evakuasi cepat.

Baca Juga: Rayakan Liburan Tanpa HP, Ratusan Siswa SD Ikuti Festival Permainan Tradisional di Museum RA Kartini Jepara

2. Pancuran 13 dan Infrastruktur Porak Poranda

Dampak terparah dari banjir bandang Wisata Guci Tegal ini merusak beberapa titik penting, mulai dari kolam pemandian Pancuran 13 hilang atau tergerus arus besar.

Kemudian jembatan kecil dan akses wisata terputus atau hanyut. Ratusan pipa air panas dari hotel, vila, dan fasilitas umum terbawa arus. Bahkan endapan lumpur, batu, dan pasir menutup sebagian besar area wisata.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah melaporkan kerusakan fasilitas, terutama di area Pancuran 13 dan akses pendukung lainnya

Baca Juga: Direksi dan Relawan PLN Turun Langsung Pastikan Percepatan Pemulihan Fasilitas Umum di Aceh

3. Tidak Ada Korban Jiwa, tapi Siaga Banjir Susulan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X