"Takedown bukan untuk bungkam ekspresi". Tegasnya.
Meski menekankan pentingnya takedown konten berbahaya, Angga memastikan langkah ini bukan untuk membungkam kebebasan berekspresi masyarakat.
Baca Juga: Touring Seru Gubernur Jateng Sambil Penyaluran Bansos di Desa Babalan
Menurutnya, kebijakan ini justru untuk menjaga agar aspirasi publik dapat disampaikan dengan cara yang sehat, bukan lewat provokasi yang berpotensi memicu kericuhan.
Baca Juga: Jepara Art Carnival 2025, Pengunjung dari Jerman Mengaku Terpesona
“Tujuan kami bukan membatasi suara rakyat, tetapi memastikan aspirasi tersampaikan dengan cara yang benar, damai, dan tidak disesatkan oleh konten palsu,” tandasnya.***