Dalam acara itu, JAKER juga memberikan penghormatan kepada Wiji Thukul, penyair yang hingga kini belum ditemukan.
“Apresiasi tinggi untuk kawan Wiji Thukul. Kata-katamu akan selalu hidup, dan kita sudah 32 tahun, kawan!” ucap Annisa.
Ia menegaskan, seni bukan hanya tentang keindahan, melainkan juga tentang keberanian melawan ketertindasan.
“Karya seni yang jujur dan otentik mampu menggerakkan kalbu, menjadi suara perlawanan, sekaligus penyemangat rakyat untuk bangkit,” tambahnya.
Artikel Terkait
Sapu Bersih Juara 1 dan 2 Lomba Resensi, Farah Yuna Febiana Siswi MTs KRM Marzuki Cepogo Siap Tembus Nasional
EN LMND Deklarasi Gerakan Menjaga Indonesia: Kawal Kebijakan Pro Rakyat, Tolak Tindakan Merusak dan Provokasi Politik
UHC Jawa Tengah Hampir Merata, Ahmad Luthfi Pastikan Tak Ada Warga Terlantar Kesehatan
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Aptisi Bersinergi Atasi Tantangan Perguruan Tinggi Swasta
Perluas Pangsa Pasar Ukir Mebel di Timteng dan Afrika, Jepara Gelar TATAH, Ikuti IFEX dan INDEX Dubai 2026