Menurut Bupati, ketiga event ini punya nilai strategis untuk Jepara. Lewat TATAH 2026, pihaknya ingin produk ukir Jepara tak hanya dikenal sebagai produk berbahan dasar kayu semata, namun juga karya seni bernilai tinggi.
Upaya itu tak hanya sekadar penguatan city branding “Jepara The World Carving center, namun juga membuka jejaring pasar baru dan menarik investor ke Jepara.
Sedang keikutsertaan di IFEX 2026, akan bisa menegaskan posisi Jepara sebagai pemain utama industri furnitur di “Tanah Air”.
Baca Juga: Mahasiswa Magang Asal Desa Kaligarang Jepara Ditemukan Meninggal Dunia di Tanjung Palas Dumai
"Dengan paviliun hingga seluas 400 meter dan partisipasi puluhan perusahaan, kita akan menunjukkan kesiapan industri furnitur Jepara
dalam menjawab permintaan pasar domestik dan internasional," ujarnya.
Artikel Terkait
Pelajar, Mahasiswa, Ormas Hingga Forkopimda Jepara Deklarasi Tolak Aksi Anarkis, Akan Diperluas Hingga Tingkat Desa
Sapu Bersih Juara 1 dan 2 Lomba Resensi, Farah Yuna Febiana Siswi MTs KRM Marzuki Cepogo Siap Tembus Nasional
EN LMND Deklarasi Gerakan Menjaga Indonesia: Kawal Kebijakan Pro Rakyat, Tolak Tindakan Merusak dan Provokasi Politik
UHC Jawa Tengah Hampir Merata, Ahmad Luthfi Pastikan Tak Ada Warga Terlantar Kesehatan
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Aptisi Bersinergi Atasi Tantangan Perguruan Tinggi Swasta