Puisinya sering memuat kritik sosial, politik, dan potret kehidupan rakyat kecil.
Rendra dijuluki sebagai “Burung Merak” karena gaya pembacaan puisinya yang ekspresif dan penuh daya pikat, membuatnya menonjol di antara penyair-penyair lain.
Baca Juga: Plt Direktur PDAM Jepara Zamroni Lestiaza Segera Atasi Krisis Air Bersih Desa Kedungmalang
Kehidupan Rendra tidak terlepas dari kontroversi. Ia beberapa kali mengalami pencekalan dan tekanan dari rezim Orde Baru karena karya-karyanya yang dianggap subversif.
Baca Juga: Tingkatkan Akses Layanan dan Kualitas Kesehatan, AXA Mandiri Gandeng Rumah Sakit EMC
Meski demikian, ia tetap setia pada idealismenya dan terus berkarya.
Sikapnya yang vokal dan konsisten menjadikannya simbol perlawanan budaya terhadap kekuasaan yang otoriter.
Artikel Terkait
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto Ucapkan Maaf, Buntut OTT Tahun ini Baru Dua
Pencanangan HUT Ke-80 RI, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar: Kemerdekaan Harus Dimaknai Dengan Tindakan Nyata
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto Penangkapan Bupati Koltim Abdul Aziz Setelah Rakernas NasDem
Diduga Korupsi Dana Representatif, Kejaksaan Tetapkan Dirut PDAM Jepara Sebagai Tersangka
Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar Rela Duduk Ditrotoar Nobar Persijap di Liga BRI Super League, Tunjukkan Dukungan Penuh Untuk Persijap Juara